AMP
KitaBersedekah
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BNPB Sebut Sejumlah Bangunan Rusak Imbas Gempa Bumi M 6,7 di Palu

Published Juni 17, 2026 · Updated Juni 17, 2026 · By Budi Wibowo

BNPB Sebut Sejumlah Bangunan Rusak Imbas Gempa Bumi M 6,7 di Palu

BNPB Sebut Sejumlah Bangunan Rusak Imbas - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah memantau dan mengumpulkan data mengenai kerusakan akibat gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa, 16 Juni. Sejumlah bangunan terkena dampak dari guncangan tektonik tersebut, menurut laporan yang diterbitkan oleh institusi penanggulangan bencana nasional. Selain itu, BNPB juga melibatkan tim survei untuk menilai tingkat kerusakan dan memperkirakan dampak lanjutan dari bencana alam ini.

Kondisi Daerah Terdampak dan Pendataan Korban

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan informasi awal mengenai kondisi bangunan yang rusak di beberapa wilayah. Data sementara menunjukkan adanya kerusakan pada gedung-gedung seperti sekolah, rumah sakit, serta infrastruktur umum. Meski tidak ada laporan tentang korban jiwa yang signifikan, Muhari mengatakan bahwa proses pendataan terus berlangsung untuk mengidentifikasi jumlah warga yang terkena dampak.

Menurut Abdul Muhari, pihak BNPB belum menerima laporan darurat dari daerah yang terkena gempa. Hal ini menunjukkan bahwa situasi di Palu masih terkendali, meski risiko peningkatan kerusakan atau jatuhnya korban belum sepenuhnya diketahui. Tim survei sedang bekerja keras untuk menghitung jumlah bangunan yang rusak, terutama di zona-zona dengan risiko tinggi seperti daerah dataran tinggi atau dekat sungai yang bisa terjangan banjir.

Koordinasi dan Penanganan Darurat

Pemantauan yang dilakukan oleh BNPB tidak hanya fokus pada bangunan, tetapi juga mencakup kondisi infrastruktur kritis seperti jembatan, jalan raya, serta sistem listrik dan komunikasi. Dalam upaya menangani darurat, lembaga tersebut bekerja sama dengan pemerintah daerah dan organisasi bantuan lainnya untuk mengumpulkan data secara real-time. Muhari menyebut bahwa komunikasi dengan warga setempat sedang diperkuat agar informasi mengenai kondisi darurat dapat diterima dengan cepat.

Pendataan korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung. Pihak BNPB bersikap hati-hati dalam memberikan estimasi akhir, karena adanya kemungkinan jumlah korban bisa meningkat. Dalam pernyataannya, Abdul Muhari menekankan pentingnya kehati-hatian dalam memberikan laporan, baik untuk mengevaluasi kebutuhan bantuan maupun memastikan tidak ada informasi yang terlewat.

"Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung," tutur Abdul Muhari. Ia menambahkan bahwa pihaknya masih mengumpulkan informasi dari lapangan untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai kerusakan dan kondisi warga di Palu.

Sementara itu, warga sekitar mengungkapkan kecemasan mereka terhadap kondisi bangunan yang rusak. Beberapa warga mengatakan bahwa rumah mereka mengalami retakan di dinding dan atap, sementara yang lain menyebutkan bahwa jembatan utama terkena dampak signifikan. Sejumlah sekolah di Palu juga dilaporkan mengalami kerusakan, yang berpotensi mengganggu akses pendidikan bagi siswa. Menurut laporan, kondisi air bersih dan listrik di beberapa wilayah masih membaik.

Rencana Tanggap Darurat dan Dukungan Eksternal

BNPB berupaya mempercepat proses pendataan melalui tim yang diterjunkan ke Palu dan sekitarnya. Dengan bantuan teknologi seperti drone dan sistem informasi geografis, pihak BNPB berharap dapat memperoleh data yang lebih akurat dan efisien. Selain itu, lembaga tersebut juga menghubungi pihak internasional untuk meminta bantuan jika diperlukan.

BNPB menyatakan bahwa tim penanggulangan bencana sudah memulai kerja lapangan sejak hari pertama gempa terjadi. Setiap anggota tim diberi tugas spesifik untuk mengidentifikasi bangunan yang rusak, mengecek keberadaan warga yang mengungsi, dan mengumpulkan data mengenai kebutuhan darurat. Dalam waktu dekat, BNPB berencana untuk mengadakan rapat evaluasi bersama pihak terkait, termasuk dinas kecamatan dan organisasi kemanusiaan.

Kerusakan akibat gempa tersebut juga memberikan dampak pada infrastruktur ekonomi daerah. Pihak BNPB sedang mengevaluasi kerusakan pada industri lokal, termasuk perkebunan dan pabrik, yang bisa memengaruhi produksi dan ekspor Sulawesi Tengah. Dengan memperkirakan jumlah kerusakan, BNPB berharap dapat memberikan rekomendasi yang jelas kepada pemerintah pusat dan daerah untuk merencanakan pemulihan yang lebih cepat.

Kesiapan dan Kebutuhan Lanjutan

Selain memantau kerusakan, BNPB juga sedang menilai kesiapan warga Palu menghadapi situasi darurat. Menurut Muhari, warga sudah memperlihatkan tanggung jawab mereka dengan saling membantu dan mengungsikan diri ke tempat yang lebih aman. Namun, pihaknya tetap memantau pergerakan warga yang terdampak untuk memastikan mereka mendapatkan bantuan yang tepat waktu.

Dalam pernyataannya, Abdul Muhari menyampaikan bahwa BNPB siap memberikan bantuan tambahan jika dibutuhkan. "Kami terus berusaha mempercepat proses pendataan agar dapat memberikan keputusan yang akurat dan tepat," ujarnya. Ia menegaskan bahwa tidak ada keputusan akhir yang diberikan hingga semua data terkumpul dan diverifikasi secara menyeluruh.

Gempa Palu ini menjadi peringatan bagi masyarakat Sulawesi Tengah mengenai pentingnya persiapan bencana. BNPB berharap bahwa kejadian ini akan memperkuat sistem peringatan dini dan respons bencana di daerah tersebut. Dengan melibatkan masyarakat dalam proses pendataan, lembaga tersebut yakin dapat menghadirkan kejelasan mengenai kondisi terkini di Palu dan sekitarnya.