Tradisi Buka Puasa di Dunia Sepak Bola Albania

Federasi sepak bola Albania terus memperkenalkan ritual iftar bersama yang dihadiri seluruh pemain serta para pemimpin klub setiap bulan Ramadan. Kegiatan ini menjadi bagian dari budaya lokal yang khas, mencerminkan harmoni antaragama dalam komunitas olahraga.

Dalam suasana Ramadan, para tokoh sepak bola duduk bersama di meja yang sama untuk merayakan momen iftar. Tindakan ini tidak hanya mempererat hubungan internal, tetapi juga menunjukkan sikap terbuka terhadap perbedaan keyakinan.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Setiap Ramadan, Asosiasi Sepak Bola Albania menyelenggarakan acara iftar yang dihadiri imam terkenal, presiden klub, pemain liga Albania, pelatih, dan banyak tokoh lainnya,” tulis akun @FootballAlbXI.

Tradisi ini memicu perbandingan dengan sepak bola Eropa. Beberapa klub liga Inggris seperti Chelsea, Manchester United, atau Liverpool juga aktif merayakan Ramadan dengan kegiatan serupa.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak tim di Inggris menunjukkan dukungan terhadap pemain Muslim. Mereka menyiapkan makanan khas di stadion, yang menjadi momen spesial bagi para pemain.

“Chelsea mengadakan iftar di stadion. Hal yang sama juga dilakukan oleh klub seperti Manchester United FC, Liverpool FC, Tottenham Hotspur FC, hingga Manchester City dan Everton,” tulis akun itu.

Bentuk Penghormatan terhadap Keberagaman

Kegiatan iftar tidak hanya diadakan di dalam stadion. Beberapa klub juga mengirimkan timnya untuk mengunjungi masjid sebagai bentuk penghormatan pada keberagaman. Langkah ini menunjukkan komitmen terhadap budaya religius dalam olahraga.

Toleransi beragama dianggap sebagai nilai unik yang melekat pada masyarakat Albania. Hal ini terlihat dari cara mereka mengintegrasikan tradisi agama ke dalam kehidupan sepak bola.

“Toleransi beragama adalah sesuatu yang unik di kalangan orang Albania,” tulis akun tersebut. “Saya juga sangat menyukai tradisi iftar yang diselenggarakan federasi sepak bola Albania.”

Sejarah Albania sebagai Negara Komunis

Sekadar informasi, Albania pernah menjadi negara komunis yang otoriter di bawah pemerintahan Enver Hoxha (1946–1985). Rezim ini dikenal sangat keras dalam mengatasi agama dan hak asasi manusia.

Karena isolasi yang ekstrem, Albania sempat dijuluki sebagai “Korea Utara versi Eropa.” Namun, setelah runtuh pada tahun 1991–1992, negara ini berubah menjadi republik demokratis, yang kini memperlihatkan sikap inklusif dalam masyarakatnya.