Fakta-Fakta Kilang Terbesar Saudi Berhenti Operasi Usai Diserang Drone

Pada Senin (2/3/2026), kilang minyak Ras Tanura milik Saudi Aramco harus menghentikan sementara aktivitas produksi setelah menjadi sasaran serangan drone. Laporan dari Saudi Press Agency, yang dikutip oleh Bloomberg, menyebutkan dua pesawat tak berawak dari Iran berhasil dicegat, menyebabkan kebakaran kecil di lokasi. Namun, otoritas setempat mengklaim api sudah dikuasai. Insiden ini memperburuk ketegangan regional, sebab serangan tersebut dianggap sebagai balasan Teheran atas operasi militer AS dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari.

Ras Tanura bukan hanya kilang tertua Aramco, tetapi juga salah satu fasilitas paling modern di Timur Tengah. Menurut data Reuters, kompleks ini mampu memproses hingga 550 ribu barel minyak mentah dan kondensat per hari. Selain fungsinya sebagai pusat produksi bahan bakar, fasilitas tersebut terhubung langsung dengan terminal ekspor minyak terbesar dunia. Keberadaan tangki penyimpanan raksasa dan dermaga pemuatan membuatnya menjadi titik kritis distribusi energi ke Asia, Eropa, serta Amerika Serikat.

Dalam wawancara dengan The New York Times, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa operasi militer bisa berlangsung hingga empat hingga lima minggu ke depan. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ketidakstabilan di wilayah penghasil minyak utama mungkin akan terus berlangsung.

Sebelumnya, kelompok Houthi pernah menargetkan fasilitas serupa pada 2021. Namun, situasi saat ini lebih kritis karena lalu lintas kapal di Selat Hormuz turun tajam setelah serangan terhadap beberapa tanker pada 1 Maret. Dampaknya langsung terlihat di pasar keuangan. Reuters mencatat harga kontrak berjangka minyak Brent melonjak sekitar 10 persen pada hari yang sama, mengindikasikan kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan yang lebih luas jika konflik memuncak.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025