Empat Pekerja Proyek di Tanjung Barat Meninggal, Tiga Lainnya Alami Sesak Napas

Jakarta – Empat pekerja yang sedang bekerja di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, meninggal dunia pada Jumat (3/4/2026). Tiga pekerja lainnya mengalami kesulitan bernapas, diduga akibat menghirup gas beracun dari tempat penampungan air. Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengungkapkan, insiden terjadi ketika mandor meminta pekerja untuk menguras air bersih dari glonteng yang berada di lantai dasar.

Korban Terjatuh ke Lubang Penampungan

“Saat proses pekerjaan pembongkaran penutup tangki, korban justru terjatuh ke dalam lubang glonteng,” tambah Nurma dalam keterangannya.

Menurut Nurma, rekan korban mencoba menyelamatkan temannya tanpa menggunakan perlengkapan keselamatan. Hal ini membuat mereka juga terlibat dalam kecelakaan. “Rekan korban sempat menolong korban, tetapi tidak menerapkan perlengkapan safety. Akibatnya, mereka ikut jatuh ke dalam glonteng,” katanya.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Kondisi Saat Evakuasi

“Setelah kejadian, mandor meminta pekerja lain untuk mengevakuasi korban. Saat evakuasi, saksi mengeluhkan hawa panas dan bau yang menyebabkan sesak napas,” ucap Nurma.

Peristiwa ini menyebabkan empat pekerja dinyatakan meninggal. “Korban yang jatuh berjumlah empat orang, sementara tiga pekerja lainnya alami sesak napas karena gas dan bau dari glonteng,” jelas Nurma. Keempat korban meninggal dunia berinisial YN (32), M (62), TS (63), dan MF (19). Mereka wafat di Rumah Sakit Pasar Rebo pukul 10.00 WIB.

Saat ini, jenazah para korban berada di RS Fatmawati untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. “Korban meninggal dan sesak napas kini berada di RS Fatmawati,” tambah Nurma.