KitaBersedekah
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Karhutla di Luar Wilayah Prioritas belum Tuntas

Published Oktober 22, 2026 · Updated Oktober 22, 2026 · By Zahra Setiawan - kitabersedekah.com

Foto : Zahra Setiawan - kitabersedekah.com

Karhutla Masih Menyebar di Sejumlah Daerah di Luar Enam Provinsi Prioritas

Kitabersedekah.com – Kebakaran hutan dan lahan masih memerlukan perhatian di sejumlah daerah yang berada di luar enam provinsi prioritas penanganan pemerintah. Luas area terdampak di berbagai lokasi tersebut diperkirakan mencapai 572,90 hektare. Dari jumlah itu, 465,13 hektare masih menjadi fokus penanganan intensif, sementara 107,77 hektare telah berhasil dipadamkan.

Situasi ini menunjukkan bahwa penanggulangan karhutla tidak hanya berlangsung di wilayah yang selama ini menjadi perhatian utama. Medan, arah angin, serta sebaran titik api menjadi faktor yang menentukan cepat atau lambatnya proses pengendalian kebakaran di lapangan.

Lereng Curam Karanganyar Menjadi Tantangan

Salah satu penanganan yang menghadapi hambatan berlangsung di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kebakaran di daerah ini melanda kawasan lereng dengan kontur terjal dan curam. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 230 hektare.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa kondisi geografis membuat operasi pemadaman tidak mudah dilakukan. Tiupan angin besar yang berubah-ubah turut meningkatkan tantangan bagi petugas di lokasi.

“Kebakaran melanda kawasan lereng terjal dan curam dengan luas diperkirakan mencapai 230 hektare,” jelas Berton kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/10).

Di kawasan dengan kemiringan tinggi, akses menuju titik api dapat menjadi lebih terbatas. Karena itu, operasi pemadaman perlu mempertimbangkan keselamatan personel sekaligus perkembangan arah api. Angin yang tidak stabil juga berpotensi memengaruhi sebaran asap dan bara di sekitar lokasi kebakaran.

Maluku Utara hingga Kawasan IKN

Selain Jawa Tengah, kebakaran hutan dan lahan tercatat terjadi di Maluku Utara. Area yang terdampak di provinsi tersebut diperkirakan seluas 179,13 hektare. Penanganan di berbagai wilayah terus dilakukan untuk membatasi perluasan kebakaran.

Di Kalimantan Timur, termasuk wilayah Ibu Kota Nusantara, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 97,77 hektare. Sebagian besar area telah berhasil dipadamkan, yakni sekitar 95,77 hektare. Masih terdapat dua hektare yang ditangani di kawasan Pemaluan, IKN.

Perkembangan penanganan di kawasan IKN menjadi penting karena sisa area yang masih terbakar perlu dikendalikan hingga benar-benar padam. Pemadaman tidak hanya berfokus pada api yang terlihat, tetapi juga perlu memastikan tidak ada bara tersisa yang dapat memicu kebakaran kembali.

Kebakaran Terjadi di Lampung, Sulawesi, Jawa Barat, dan Papua Tengah

Kebakaran juga muncul di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, dengan cakupan sekitar 31 hektare. Di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 20 hektare. Sekitar 10 hektare di antaranya telah padam, sedangkan 10 hektare lainnya masih ditangani di Desa Buana Sakti, Kecamatan Tommo.

Di Sulawesi Utara, kebakaran terjadi di Kabupaten Minahasa Utara dengan luas sekitar lima hektare. Sementara itu, kebakaran di tempat pembuangan akhir Sumompo, Manado, mencapai kurang lebih tiga hektare. Dua hektare telah berhasil dipadamkan dan satu hektare masih dalam proses penanganan.

Lokasi lain yang tercatat mengalami kebakaran adalah TPA Pasir Bajing di Garut, Jawa Barat, dengan luasan sekitar empat hektare. Di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, kebakaran juga terjadi pada area sekitar tiga hektare.

Beragamnya lokasi kejadian memperlihatkan bahwa risiko kebakaran dapat muncul pada kawasan hutan, lahan, area berlereng, hingga tempat pembuangan akhir. Setiap lokasi memiliki karakteristik berbeda, sehingga kebutuhan penanganannya pun tidak selalu sama. Kondisi akses, vegetasi, cuaca, dan keberadaan material mudah terbakar menjadi pertimbangan penting dalam operasi di lapangan.

Armada Udara Dikerahkan untuk Mendukung Pemadaman

Pemerintah mengerahkan 49 armada udara nasional guna mendukung pengendalian karhutla. Armada tersebut terdiri atas 32 unit yang digunakan untuk operasi pengeboman air atau water bombing, serta 17 pesawat untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca.

Penggunaan armada udara memberi dukungan terutama ketika titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau dari darat. Operasi water bombing diarahkan untuk membantu menurunkan intensitas api, sedangkan patroli udara dapat membantu pemantauan kondisi kebakaran. Operasi modifikasi cuaca menjadi bagian dari upaya pendukung yang dikerahkan dalam penanganan karhutla.

BNPB memperkirakan beban penanganan kebakaran akan mulai berkurang seiring datangnya musim hujan di sejumlah wilayah. Meski demikian, perubahan musim tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan pengawasan. Area yang masih menyisakan titik panas maupun bara tetap memerlukan perhatian agar kebakaran tidak kembali meluas.

Kesulitan medan dan angin yang bertiup tidak menentu masih menjadi dua tantangan utama di sejumlah lokasi. Penanganan karhutla memerlukan koordinasi berkelanjutan, pemantauan kondisi lapangan, serta langkah pemadaman yang disesuaikan dengan karakter setiap wilayah terdampak.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Karhutla di Luar Wilayah Prioritas belum?

Karhutla di Luar Wilayah Prioritas belum is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Karhutla di Luar Wilayah Prioritas belum matter?

Karhutla di Luar Wilayah Prioritas belum matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.