AMP
KitaBersedekah
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Dijamu Timnas Indonesia di Stadion Pakansari – Tempat Suram bagi Vietnam

Published Juli 10, 2026 · Updated Juli 10, 2026 · By Rafi Pratama

Stadion Pakansari Menjadi Ladang Kenangan Pahit Vietnam di Depan Indonesia

Dijamu Timnas Indonesia di Stadion Pakansari - MerahPutih.com melaporkan bahwa Stadion Pakansari yang berlokasi di Cibinong, Kabupaten Bogor, telah menjadi venue yang kurang beruntung bagi tim nasional Vietnam. Dengan kapasitas menampung sekitar tiga puluh ribu penonton, stadion ini akan berperan sebagai kandang Indonesia dalam babak penyisihan grup A kompetisi ASEAN Championship 2026. Sebelumnya, turnamen ini lebih dikenal dengan nama Piala AFF.

Dalam rangkaian pertandingan kandang di Pakansari pada fase grup, Vietnam merupakan salah satu lawan yang akan dihadapi Indonesia. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 3 Agustus mendatang. Sementara itu, Indonesia akan membuka seri kandang mereka dengan menjamu Kamboja terlebih dahulu pada 27 Juli di venue yang sama.

Setelah laga melawan Kamboja, skuad Garuda akan melanjutkan perjalanan dengan bertandang ke Stadion Chonburi di Thailand untuk menghadapi Timor Leste. Di sisi lain, Vietnam juga memiliki jadwal yang cukup padat. Tim tersebut akan bertemu Timor Leste lebih dulu pada 24 Juli, kemudian melanjutkan dengan laga kandang melawan Singapura di Stadion My Dinh pada 31 Juli.

Sejarah Kelam Vietnam di Pakansari

Media Thanhnien menyoroti bahwa pertemuan antara Vietnam dan Indonesia di lapangan ini akan menghadirkan kembali kenangan-kenangan pahit bagi kedua pelatih mereka, Park Hang-seo dan Nguyen Huu Thang. Momen-momen tidak menyenangkan tersebut masing-masing terjadi pada ajang Asian Games 2018 dan Piala AFF 2016.

Tim nasional Vietnam akan berhadapan dengan Indonesia di lapangan yang pernah menyimpan momen-momen suram bagi pelatih Park (Hang-seo) dan (Nguyen) Huu Thang.

Pada edisi Piala AFF 2016, Vietnam yang saat itu dipimpin oleh Nguyen Huu Thang mengalami kekalahan 1-2 dari Indonesia dalam leg pertama babak semifinal di Stadion Pakansari. Indonesia sempat unggul lebih dahulu berkat gol Hansamu, namun Vietnam berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti Nguyen Van Quet. Kemenangan Indonesia kemudian dipastikan oleh Boaz Solossa melalui penalti pada menit ke-50. Vietnam akhirnya harus mengakui keunggulan Indonesia setelah kalah melalui adu penalti di leg kedua yang digelar di Stadion My Dinh.

Kenangan buruk lainnya bagi sepak bola Vietnam di Stadion Pakansari adalah ketika tim Olimpiade Vietnam menderita kekalahan 1-3 melawan Korea Selatan di semifinal Asian Games 2018, dan kemudian kalah lagi dari UEA 3-4 dalam adu penalti untuk pertandingan perebutan medali perunggu (setelah hasil imbang 1-1 di waktu normal).

Strategi PSSI Memilih Pakansari

PSSI memiliki beberapa pertimbangan strategis dalam menggunakan Stadion Pakansari sebagai venue kandang selama babak penyisihan grup. Salah satu alasan utamanya adalah perkiraan bahwa pertandingan-pertandingan di fase grup tidak akan disaksikan oleh jumlah penonton yang besar. Dengan demikian, Pakansari dinilai sudah cukup memadai untuk menjadi tempat berlaga Indonesia di babak awal turnamen.

Untuk tahap selanjutnya, PSSI berencana memindahkan penyelenggaraan pertandingan ke Stadion Utama Gelora Bung Karno. Venue berkapasitas lebih besar tersebut akan digunakan untuk fase gugur, baik pada babak semifinal maupun final. Langkah ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih optimal bagi para suporter yang ingin menyaksikan pertandingan-pertandingan krusial dalam turnamen bergengsi kawasan Asia Tenggara ini.

Pemilihan Pakansari juga mencerminkan efisiensi anggaran dan logistik PSSI. Dengan memanfaatkan stadion yang sudah ada dan memiliki fasilitas memadai, organisasi sepak bola Indonesia dapat mengalokasikan sumber daya untuk aspek-aspek lain yang tidak kalah pentingnya dalam persiapan timnas. Selain itu, suasana yang lebih intim di Pakansari dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi pemain Indonesia yang tidak perlu menghadapi tekanan dari ribuan penonton seperti di GBK.

Kedua tim kini bersiap untuk menghadapi tantangan di babak penyisihan grup. Vietnam harus membuktikan bahwa mereka dapat mengubah nasib di Pakansari setelah sejarah kelam yang berulang kali menghantui mereka di venue tersebut. Sementara Indonesia memanfaatkan momentum kandang untuk meraih hasil maksimal dalam perjalanan menuju fase gugur ASEAN Championship 2026.