Pengamat: Insentif langkah strategis pengembangan kendaraan listrik
Dari Jakarta, seorang ahli kebijakan publik, Agus Pambagio, mengatakan bahwa pemerintah perlu memperkuat kerangka regulasi dalam mendukung pengembangan kendaraan listrik (EV) di tengah tekanan harga energi global, yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM).
Menurutnya, insentif untuk kendaraan listrik tetap dianggap penting sebagai strategi utama. Dalam hal pengoperasian, EV dinyatakan lebih efisien secara biaya.
Ia menambahkan, biaya energi untuk kendaraan listrik hanya berkisar ratusan ribu rupiah per bulan, jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional yang bisa mencapai jutaan rupiah. Peningkatan insentif ini juga memungkinkan penggunaan EV menjadi lebih praktis, terutama karena bisa diisi daya di rumah.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa tingginya konsumsi energi, terutama dari sumber fosil, mendorong

