AMP
KitaBersedekah
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Gempa Erupsi Dominasi Aktivitas Gunung Semeru

Published Juli 16, 2026 · Updated Juli 16, 2026 · By Zahra Setiawan

Gunung Semeru Tetap Dalam Status Siaga, Gempa Erupsi Mendominasi Aktivitas Vulkanik

Gempa Erupsi Dominasi Aktivitas Gunung Semeru - MerahPutih.com melaporkan bahwa kondisi vulkanik Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Berdasarkan rekomendasi resmi, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan berbagai aktivitas di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan. Jarak yang harus dihindari adalah sejauh 13 kilometer dari puncak gunung yang juga berfungsi sebagai pusat erupsi.

Gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut ini terletak di perbatasan antara Kabupaten Lumajang dan Malang di Jawa Timur. Hingga saat ini, aktivitas yang terjadi masih didominasi oleh gempa erupsi atau letusan. Data pengamatan menunjukkan bahwa frekuensi gempa jenis ini cukup tinggi dan menjadi indikator utama aktivitas vulkanik di wilayah tersebut.

Rekaman Kegempaan Periode Kamis

Pada pengamatan yang dilakukan selama periode Kamis pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, tercatat sebanyak 15 kali gempa erupsi atau letusan terjadi. Gempa-gempa ini memiliki amplitudo antara 13 hingga 22 milimeter dengan durasi atau lama gempa berkisar 71 hingga 158 detik. Selain itu, juga tercatat 5 kali gempa guguran dengan amplitudo lebih kecil, yaitu antara 2 hingga 4 milimeter, dan lama gempa antara 37 hingga 87 detik.

Periode pengamatan sebelumnya, yaitu pada Rabu pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, juga menunjukkan dominasi gempa erupsi. Sebanyak 66 kali gempa letusan atau erupsi tercatat selama satu hari penuh. Amplitudo yang tercatat berada pada kisaran 10 hingga 23 milimeter. Tren ini menunjukkan bahwa setiap harinya jumlah gempa erupsi bisa mencapai puluhan kali, menandakan aktivitas yang masih intensif di dalam gunung.

Macam-Macam Gempa yang Tercatat

Dalam periode pengamatan yang sama, berbagai jenis gempa lain juga tercatat terjadi. Gunung Semeru mengalami 11 kali gempa Hembusan dengan amplitudo antara 2 hingga 8 milimeter. Selain itu, terdapat delapan kali gempa harmonik dengan amplitudo 1 hingga 15 milimeter. Tiga kali gempa tektonik jauh juga tercatat dengan amplitudo 11 hingga 13 milimeter, memiliki nilai S-P antara 17 hingga 21 detik, dan lama gempa berkisar 31 hingga 64 detik.

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh petugas, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini mengalami erupsi sebanyak tujuh kali pada hari Kamis. Rentang waktu erupsi dimulai sejak pukul 00.42 WIB hingga 06.15 WIB. Tinggi kolom letusan yang terbentuk bervariasi, berkisar antara 700 meter hingga 1.100 meter di atas puncak gunung. Angka-angka ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Semeru masih dalam fase yang cukup aktif dan memerlukan pemantauan berkelanjutan.

Status Level III (Siaga) mengindikasikan bahwa gunung api menunjukkan peningkatan aktivitas yang signifikan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas PVMBG terkait zona aman dan berbahaya.

Perlu dicatat bahwa Besuk Kobokan merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan kawasan puncak dengan dataran bawah. Sektor ini menjadi perhatian khusus karena potensi aliran lava, awan panas, dan material vulkanik lainnya yang bisa turun mengikuti aliran sungai. Dengan jarak 13 kilometer dari pusat erupsi, rekomendasi ini bertujuan untuk meminimalkan risiko bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.

Fenomena gempa erupsi yang mendominasi aktivitas vulkanik Semeru menunjukkan adanya pergerakan magma dari dalam bumi menuju permukaan. Setiap kali magma bergerak, tekanan yang terbentuk akan memicu getaran yang dapat dideteksi oleh alat seismograf. Amplitudo dan durasi gempa memberikan informasi tentang kedalaman dan kekuatan aktivitas di dalam gunung. Semakin tinggi amplitudo, semakin besar energi yang dilepaskan selama proses erupsi.

Petugas pemantau terus melakukan observasi rutin untuk memastikan bahwa perubahan status dapat segera diumumkan jika diperlukan. Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diharapkan tetap mengikuti informasi terbaru melalui saluran resmi. Kesiapsiagaan dan kepatuhan terhadap himbauan akan membantu mengurangi dampak negatif dari aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.

Dengan tingginya frekuensi gempa erupsi, baik pada Kamis maupun Rabu, menunjukkan bahwa fase aktivitas vulkanik Semeru belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Kolom letusan yang mencapai ketinggian hingga 1.100 meter di atas puncak juga menjadi indikator kuat bahwa magma masih aktif bergerak ke permukaan. Pemantauan intensif akan terus dilakukan untuk memberikan gambaran yang akurat tentang perkembangan aktivitas gunung berapi tersebut.