AMP
KitaBersedekah
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Gempa Pacitan Sampai Solo dan Yogya – 15 Kereta Api Berhenti Luar Biasa

Published Juni 28, 2026 · Updated Juni 28, 2026 · By Joko Hidayat

Gempa Pacitan Sampai Solo dan Yogya, 15 Kereta Api Berhenti Luar Biasa

Gempa Pacitan Sampai Solo dan Yogya - Sabtu (27/6), gempa bumi tektonik menggoyang wilayah selatan pulau Jawa, menyebabkan gangguan yang signifikan pada operasional kereta api. Sebagai informasi awal, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa episentrum gempa berada di kordinat 8,96 derajat lintang selatan dan 111,16 derajat bujur timur. Lokasi ini berada sekitar 86 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman gempa hanya 10 kilometer, sehingga getaran dirasakan lebih kuat di permukaan bumi.

Shaking yang terjadi berdampak hingga ke daerah Jawa Tengah dan Kota Solo. Fenomena ini memaksa operasional sejumlah kereta api di Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta untuk dihentikan sementara. Sebagai respons, KAI Daop 6 melakukan pemeriksaan terhadap seluruh prasarana dan sarana transportasi. Proses ini mencakup pemeriksaan terhadap jembatan, jalur rel, serta kondisi rangkaian kereta api. Setelah memastikan semua jalur aman, kereta api kembali beroperasi seperti biasa.

“Kami mengalami penurunan operasional sebanyak 15 kereta api akibat gempa bumi,” kata Feni, wakil perwakilan KAI Daop 6 Yogyakarta. Ia menjelaskan bahwa kejadian ini memengaruhi sejumlah kereta api yang melintasi daerah yang terguncang. Meski demikian, Feni memastikan bahwa semua perjalanan kereta api berjalan selamat dan tidak ada kerusakan serius yang tercatat.

Pasca-gempa, tim lapangan KAI Daop 6 langsung melakukan investigasi menyeluruh terhadap infrastruktur kereta api. Feni menyebutkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari prosedur rutin yang dilakukan oleh pihak KAI untuk menjaga keselamatan penumpang. “Kami berkomitmen untuk menjamin keamanan perjalanan kereta api, terlepas dari kondisi cuaca atau kejadian alam seperti gempa,” tambahnya.

Menurut laporan, gempa bumi ini mengakibatkan hambatan pada beberapa kereta api yang beroperasi di jalur tersebut. Berikut daftar kereta api yang terkena dampak dan durasi penahanan operasionalnya:

  • KA 269B Matarmaja: Berhenti selama 10 menit.
  • KA 10C Argo Wilis: Terhenti sekitar 5 menit.
  • KA 574a Bandara Adi Soemarmo: Penundaan operasional mencapai 23 menit.
  • KA 16 Argo Dwipangga: Operasional dihentikan selama 15 menit.
  • KA 110b Fajar Utama YK: Terdampak selama 10 menit.
  • KA 167 Kertanegara: Terhenti selama 22 menit.
  • KA 85b Sancaka: Durasi penundaan sekitar 13 menit.
  • KA 714 Commuterline Yogyakarta-Palur: Penurunan aktivitas terjadi selama 20 menit.
  • KA 706 Commuterline Yogyakarta-Palur: Operasional dihentikan selama 19 menit.
  • KA 106b Gajahwong: Terdampak selama 16 menit.
  • KA 153 Ranggajati: Durasi penundaan mencapai 13 menit.
  • KA 554 Bandara YIA: Penahanan operasional sekitar 11 menit.
  • KA 541 Bandara YIA: Terhenti selama 12 menit.
  • KA 188 Joglosemarkerto: Penundaan mencapai 26 menit.
  • KA 47 Taksaka: Terdampak selama 21 menit.

Kereta api yang terhenti tersebut beroperasi di jalur yang terkena dampak gempa, termasuk daerah sekitar Pacitan, Solo, dan Yogya. Feni menekankan bahwa kejadian ini tidak menimbulkan risiko kecelakaan, karena pihak KAI melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum memulai kembali perjalanan. “Kami telah memastikan bahwa semua prasarana dan sarana transportasi dalam kondisi aman sebelum kereta api melanjutkan operasional,” jelasnya.

Gempa yang terjadi pada Sabtu (27/6) tersebut dianggap sebagai bagian dari aktivitas seismik daerah selatan Jawa yang sering terjadi. Wilayah seperti Pacitan, Solo, dan Yogya terletak di zona patahan tectonic yang rentan mengalami getaran. KAI Daop 6 mengungkapkan bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko selama kejadian alam tersebut. Meski ada penurunan sementara, layanan kereta api kembali normal dalam waktu singkat.

“Kami KAI Daop 6 Yogyakarta berkomitmen untuk selalu memprioritaskan keselamatan perjalanan kereta api,” pungkas Feni. Ia menambahkan bahwa kejadian ini menjadi kesempatan bagi tim untuk menguji respons darurat dan keandalan sistem pemeriksaan keselamatan. “Kami percaya bahwa prosedur ini membantu meminimalkan risiko yang bisa terjadi,” lanjutnya.

Sebagai tindak lanjut, KAI Daop 6 juga memberikan pernyataan resmi terkait dampak gempa. Meski ada 15 kereta api yang terhenti, tidak ada laporan korban atau kerusakan berat. “Kami menghargai kepercayaan masyarakat dan berupaya memberikan informasi terkini tentang kondisi operasional kereta api,” tuturnya. Feni menegaskan bahwa pihak KAI terus memantau situasi untuk memastikan tidak ada hambatan berikutnya.

Dampak dari gempa ini juga memicu respons dari berbagai pihak. Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBD) setempat turut mengirimkan tim untuk mengecek kerusakan infrastruktur. Sementara itu, masyarakat sekitar mengeluhkan kekhawatiran akan keselamatan perjalanan, namun KAI Daop 6 menjamin bahwa semua langkah telah diambil untuk mengamankan sistem transportasi. Pemeriksaan tersebut melibatkan tim teknis yang memastikan kondisi jalur rel, peralatan, dan rangkaian kereta api tetap stabil.

Di sisi lain, gempa ini juga menjadi momen bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan potensi bencana alam. Terutama di wilayah yang berada di jalur seismik aktif, kejadian seperti ini mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri. Feni mengimbau kepada penumpang untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas KAI. “Kami berharap kejadian ini tidak