AMP
KitaBersedekah
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

New Policy: Harga Minyak Dunia Turun, Harga BBM Nonsubsidi Harus Diturunkan Juga

Published Juni 29, 2026 · Updated Juni 29, 2026 · By Rafi Pratama

Harga BBM Nonsubsidi Perlu Disesuaikan dengan Pelemahan Harga Minyak Global

New Policy - Dalam New Policy terbaru, harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi diharapkan berfluktuasi sesuai dengan perubahan harga minyak mentah dunia. Karena saat ini harga minyak internasional sedang menurun, ada kebutuhan untuk menyesuaikan harga BBM nonsubsidi agar tidak memberi tekanan berlebihan pada masyarakat. Kondisi ini memberikan peluang untuk mengurangi beban ekonomi warga, terutama kelompok menengah yang terdampak inflasi dan kenaikan biaya kebutuhan sehari-hari.

Analisis oleh Mohammad Faisal

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menilai New Policy ini penting untuk menyeimbangkan harga BBM nonsubsidi dengan dinamika pasar global. "Dengan harga minyak yang turun, BBM nonsubsidi seharusnya mengikuti perubahan tersebut untuk menunjukkan responsivitas pemerintah terhadap kondisi ekonomi rakyat," jelasnya. Menurut Faisal, harga BBM nonsubsidi tidak boleh tetap stagnan meski harga minyak dunia terus mengalami pelemahan.

"Kebijakan harga BBM nonsubsidi yang tidak selaras dengan harga minyak internasional akan mengurangi manfaat New Policy dalam menangani inflasi," tambah Faisal.

Faisal menyoroti bahwa harga minyak mentah global yang berada di kisaran USD 70 per barel, bahkan sempat mencapai USD 68 per barel, menunjukkan kebutuhan untuk menyesuaikan harga BBM nonsubsidi. Ia menekankan bahwa mekanisme floating harga BBM nonsubsidi harus diterapkan secara konsisten untuk menjaga keadilan distribusi subsidi dan mengurangi beban keuangan masyarakat.

Perbedaan Mekanisme Penetapan Harga BBM

Perbedaan mekanisme penetapan harga BBM bersubsidi dan nonsubsidi menjadi fokus utama dalam New Policy ini. BBM bersubsidi, seperti Pertalite dan Pertamax, umumnya ditentukan melalui kebijakan pemerintah, sementara BBM nonsubsidi, seperti Dexlite atau Pertamina Dex, mengikuti perubahan harga minyak mentah dunia. Faisal berargumen bahwa sistem ini harus lebih fleksibel agar bisa merespons secara cepat perubahan pasar global.

Menurutnya, New Policy bisa menjadi langkah untuk memperkuat ketergantungan BBM nonsubsidi pada mekanisme pasar. Dengan harga minyak dunia yang turun, Faisal meminta pemerintah agar harga BBM nonsubsidi tidak lagi diatur secara semisal, tetapi secara dinamis sesuai dengan fluktuasi harga minyak mentah. Ini diharapkan memberikan dampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.

Harga BBM Nonsubsidi Saat Ini

Harga BBM nonsubsidi pada Senin (29/6) tercatat sebagai berikut: Pertamax (RON 92) Rp 16.250 per liter, Pertamax Green 95 (RON 95) Rp 17.000 per liter, Pertamax Turbo (RON 98) Rp 20.750 per liter, Dexlite (CN 51) Rp 23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) Rp 24.800 per liter. Angka-angka ini mencerminkan kenaikan signifikan dibandingkan dengan harga sebelumnya, yang berdampak pada biaya transportasi dan operasional usaha kecil.

Dalam New Policy, Faisal menekankan bahwa harga BBM nonsubsidi harus dianalisis ulang agar selaras dengan kenyataan pasar. Ia menambahkan bahwa harga BBM nonsubsidi yang tinggi saat ini telah menimbulkan tekanan ekstra terhadap kelompok menengah, sehingga penyesuaian menjadi prioritas untuk meminimalkan disparitas harga.

Kebutuhan Penyesuaian Harga BBM

Kebijakan harga BBM nonsubsidi perlu disinkronkan dengan kondisi ekonomi global dalam New Policy ini. Faisal menilai bahwa penurunan harga BBM nonsubsidi tidak hanya menguntungkan masyarakat menengah, tetapi juga memperkuat daya saing sektor industri yang bergantung pada energi. "Dengan menyesuaikan harga BBM nonsubsidi, pemerintah bisa memperlihatkan komitmen untuk menangani inflasi dan mengurangi tekanan pada ekonomi rakyat," ujarnya.

Selain itu, Faisal menyoroti bahwa New Policy ini bisa menjadi acuan dalam menilai keberhasilan program subsidi. Ia menekankan bahwa harga BBM nonsubsidi yang lebih kompetitif akan memberikan dampak positif pada konsumen, sekaligus mengurangi beban anggaran subsidi yang berpotensi terbuang sia-sia.

Langkah Kebijakan yang Diperlukan

Untuk mewujudkan New Policy, Faisal menyarankan evaluasi terhadap mekanisme harga BBM nonsubsidi secara berkala. "Pemerintah harus lebih responsif terhadap fluktuasi harga minyak dunia agar New Policy ini bisa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," imbuhnya. Ia juga meminta pemerintah agar tidak hanya menyesuaikan harga BBM nonsubsidi, tetapi juga memberikan pengarahan jelas terkait kebijakan subsidi untuk menjaga keseimbangan.

Dengan harga minyak global yang turun, New Policy ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengurangi beban ekonomi warga. Faisal menilai bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan langkah awal yang kritis untuk menciptakan keseimbangan antara subsidi dan pasar, sekaligus memastikan keberlanjutan kebijakan energi nasional.