KitaBersedekah
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kualifikasi F1 GP Bahrain in Malaysia 2026: Verstappen Pole

Published Oktober 3, 2026 · Updated Oktober 3, 2026 · By Aisyah Wibowo - kitabersedekah.com

Foto : Aisyah Wibowo - kitabersedekah.com

Verstappen Rebut Pole Position di Sepang

Kitabersedekah.com – Max Verstappen membuka peluang kuat untuk memimpin balapan F1 GP Bahrain in Malaysia 2026 setelah tampil dominan dalam kualifikasi di Sirkuit Sepang, Sabtu (3/10). Pembalap Oracle Red Bull Racing itu mencatatkan waktu terbaik 1 menit 35,130 detik pada Q3 dan memastikan pole position pertamanya musim ini.

Juara dunia Formula 1 empat kali tersebut menunjukkan konsistensi sejak awal sesi. Verstappen menjadi yang tercepat di Q1 dengan 1 menit 36,477 detik, kembali memimpin Q2 lewat catatan 1 menit 35,696 detik, lalu mempertajam waktunya pada penentuan posisi start. Keunggulan ini menempatkannya di barisan paling depan untuk balapan utama pada Minggu (4/10).

Lewis Hamilton akan menjadi penantang terdekat Verstappen setelah membawa Ferrari ke posisi kedua. Hamilton membukukan waktu 1 menit 35,428 detik pada Q3, terpaut 0,298 detik dari peraih pole. Susunan start tersebut menghadirkan duel dua nama berpengalaman di Formula 1 pada baris terdepan grid Sepang.

Hadjar Cepat, tetapi Terkena Hukuman Grid

Isack Hadjar sebenarnya mencatatkan hasil kualifikasi ketiga untuk Red Bull dengan waktu 1 menit 35,558 detik. Namun, penggunaan komponen mesin baru membuatnya menerima penalti turun lima posisi. Konsekuensinya, Hadjar tidak akan memulai balapan dari posisi ketiga seperti hasil catatan waktunya.

Situasi itu menguntungkan Kimi Antonelli. Pembalap Mercedes tersebut berada di urutan keempat pada kualifikasi melalui waktu 1 menit 35,631 detik, tetapi akan naik untuk memulai lomba dari grid ketiga. Charles Leclerc, yang menempatkan Ferrari kedua di lima besar, juga mendapat keuntungan dan dijadwalkan start dari grid keempat.

Leclerc menyelesaikan Q3 dengan catatan 1 menit 35,666 detik. Ferrari pun memiliki dua pembalap di bagian depan, dengan Hamilton memulai dari baris pertama dan Leclerc berada tepat di belakang kelompok teratas. Posisi ini memberi tim Italia tersebut peluang untuk terlibat dalam persaingan awal balapan.

McLaren dan Mercedes Berada di Kelompok Depan

Lando Norris menempati posisi keenam hasil kualifikasi untuk McLaren Mastercard F1 Team dengan waktu 1 menit 35,757 detik. Rekan setimnya, Oscar Piastri, berada satu posisi di belakangnya setelah membukukan 1 menit 35,762 detik. Selisih lima ribu detik antara keduanya memperlihatkan ketatnya pertarungan di Q3.

George Russell melengkapi posisi kedelapan dengan catatan 1 menit 35,871 detik untuk Mercedes AMG Petronas F1 Team. Pierre Gasly berada di urutan kesembilan bagi BWT Alpine F1 Team, sedangkan Gabriel Bortoleto membawa Audi Revolut F1 Team menembus 10 besar.

Gasly mencetak 1 menit 37,210 detik pada Q3, sementara Bortoleto membukukan 1 menit 37,673 detik. Keduanya berhasil melewati dua fase awal kualifikasi dan mengamankan tempat pada sesi penentuan, meski catatan Q3 mereka tidak mampu menyaingi delapan pembalap di depan.

Rincian Performa Tiga Sesi Kualifikasi

Verstappen menjadi patokan sepanjang rangkaian sesi. Hamilton secara bertahap mendekat setelah mencatat 1 menit 36,595 detik di Q1 dan 1 menit 36,032 detik pada Q2. Hadjar juga menjaga performa stabil, dari 1 menit 36,898 detik di Q1 menjadi 1 menit 36,192 detik di Q2 sebelum mencapai 1 menit 35,558 detik di Q3.

Antonelli melalui Q1 dalam 1 menit 37,041 detik dan kemudian memperbaiki catatannya menjadi 1 menit 35,959 detik pada Q2. Leclerc mencatat 1 menit 36,730 detik, 1 menit 35,970 detik, dan akhirnya 1 menit 35,666 detik. Di kubu McLaren, Norris mencatat 1 menit 37,092 detik di Q1 serta 1 menit 36,173 detik di Q2, sedangkan Piastri membukukan 1 menit 36,852 detik dan 1 menit 36,020 detik sebelum Q3.

Russell lolos melalui Q1 dengan 1 menit 37,264 detik dan Q2 dengan 1 menit 36,245 detik. Gasly mencatat 1 menit 37,174 detik serta 1 menit 36,410 detik pada dua sesi awal. Bortoleto mencatat 1 menit 37,106 detik di Q1 dan 1 menit 36,814 detik pada Q2.

Pembalap yang Berhenti di Q2 dan Q1

Liam Lawson berada di posisi ke-11 setelah mencatat 1 menit 37,332 detik di Q1 dan 1 menit 37,023 detik pada Q2. Fernando Alonso menyusul di urutan ke-12 untuk Aston Martin melalui catatan 1 menit 37,721 detik dan 1 menit 37,220 detik.

Carlos Sainz menempati posisi ke-13 dengan waktu Q1 1 menit 37,651 detik dan Q2 1 menit 37,527 detik. Lance Stroll berada tepat di belakangnya melalui catatan 1 menit 37,729 detik serta 1 menit 37,566 detik. Franco Colapinto menjadi pembalap terakhir yang tercatat pada Q2, dengan waktu Q1 1 menit 37,179 detik.

Arvid Lindblad memulai daftar pembalap yang gugur pada Q1 di posisi ke-16 dengan 1 menit 37,883 detik. Nico Hulkenberg berada di urutan ke-17 lewat catatan 1 menit 37,970 detik, diikuti Oliver Bearman dengan 1 menit 37,980 detik dan Esteban Ocon dengan 1 menit 38,233 detik.

Alex Albon mencatat 1 menit 38,600 detik untuk menempati posisi ke-20. Dua pembalap Cadillac F1 Team mengisi dua tempat terakhir: Valtteri Bottas berada di posisi ke-21 dengan waktu 1 menit 38,611 detik, sementara Sergio Perez mencatat 1 menit 38,933 detik pada posisi ke-22.

Baris Depan Menjadi Sorotan Balapan

Pole position Verstappen menempatkan Red Bull dalam posisi strategis saat lampu start padam di Sepang. Meski demikian, Hamilton yang berangkat dari grid kedua memiliki jarak yang sangat dekat pada hasil Q3. Penalti Hadjar juga akan mengubah susunan awal dibandingkan urutan murni kualifikasi, sehingga persaingan menuju tikungan pertama menjadi salah satu aspek penting pada balapan Minggu.

Di belakang dua pembalap terdepan, Antonelli, Leclerc, Norris, Piastri, dan Russell membentuk kelompok yang berpotensi menekan sejak awal. Dengan perbedaan waktu tipis di antara sejumlah pembalap Q3, posisi start dan respons pada lap-lap pembuka akan sangat menentukan arah persaingan F1 GP Bahrain in Malaysia 2026.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kualifikasi F1 GP Bahrain in Malaysia 2026?

Kualifikasi F1 GP Bahrain in Malaysia 2026 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kualifikasi F1 GP Bahrain in Malaysia 2026 matter?

Kualifikasi F1 GP Bahrain in Malaysia 2026 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.