Kemarin – pesantren ramah anak hingga pesan Kenaikan Yesus Kristus
Kemarin, Pesantren Ramah Anak Hingga Pesan Kenaikan Yesus Kristus
Kemarin – Pada hari Kamis kemarin, berbagai berita humaniora menarik perhatian pembaca dan masih layak untuk disimak pagi ini, mulai dari upaya penguatan nilai kebersamaan dalam perayaan Kenaikan Yesus Kristus hingga isu keamanan di lingkungan pesantren. Berikut ringkasan tentang lima poin utama yang menjadi sorotan.
Menag: Pesantren Harus Menjadi Ruang Terbaik bagi Anak-Anak
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menekankan pentingnya pesantren sebagai wadah pendidikan yang aman dan bermakna bagi anak. Dalam wawancara di Jakarta, ia mengingatkan bahwa institusi pendidikan Islam harus berperan sebagai tempat pembelajaran, pengembangan diri, dan pembentukan karakter yang baik. Menurut Menag, setiap bentuk kekerasan fisik atau seksual di pesantren tidak boleh dibiarkan terjadi. Ia berharap lembaga-lembaga pendidikan tersebut bisa menjaga lingkungan yang harmonis, sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan terlindungi.
“Pesantren harus menjadi ruang terbaik bagi anak-anak dalam mengejar pendidikan, pengembangan diri, dan pembentukan karakter yang baik,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Kemenag Cabut Izin Ponpes Ndolo Kusumo, Kekerasan Seksual Menjadi Pemicu
Kementerian Agama (Kemenag) telah melakukan tindakan tegas dengan mencabut izin operasional Ponpes Ndolo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap laporan dugaan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pesantren tersebut. Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i mengatakan, pihaknya memastikan Ponpes tidak menerima santri baru hingga investigasi selesai.
“Langkah yang diambil oleh Kemenag sudah mencabut izin, tidak boleh menerima santri baru, mereka yang dianggap tahu tetapi tidak berbuat sudah dinonaktifkan, dan pelakunya sudah diproses secara hukum,” ujar Wamenag Romo Muhammad Syafi’i dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Gunung Dukono Masih Aktif, Pemerintah Siapkan Pemantauan Terus-Menerus
Badan Geologi, yang berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengumumkan bahwa Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi. Aktivitas ini dinyatakan berada pada status waspada (Level II), sehingga masyarakat sekitar diimbau untuk tetap waspada. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam keterangan di Jakarta, Kamis, menjelaskan bahwa gunung tersebut sempat meletus pada pukul 07.12 WIT dengan ketinggian kolom abu mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak.
“Gunung Dukono tercatat mengalami erupsi pada pukul 07.12 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak,” kata Lana Saria dalam pernyataannya.
Kolaborasi Indonesia-Polandia Fokus pada Perlindungan Perempuan dan Anak
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memberikan pernyataan terkait kerja sama yang terus diperkuat antara Indonesia dan Polandia. Menurut Menteri PPPA Arifah Fauzi, perayaan Hari Nasional Polandia menjadi momen penting untuk meningkatkan kerja sama bilateral dalam isu perlindungan perempuan dan anak. Ia menyebutkan bahwa kedua negara telah memperkuat komunikasi di berbagai bidang, seperti pendidikan, budaya, penelitian, hingga isu-isu sosial yang melibatkan kelompok rentan.
“Indonesia dan Polandia terus memperkuat kerja sama di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, budaya, penelitian, hingga pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Menag Ajak Umat Perayaan Kenaikan Yesus Kristus, Kedamaian Jadi Fokus
Dalam rangkaian perayaan Kenaikan Yesus Kristus, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengucapkan salam dan harapan kepada seluruh umat Kristiani di Indonesia. Ia mengatakan bahwa momentum keagamaan ini bisa menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai perdamaian, kebersamaan, dan kepedulian sosial dalam masyarakat. Menag menyoroti bahwa perayaan tersebut tidak hanya menghiasi hari-hari umat Kristiani, tetapi juga menjadi ajang untuk mengajak masyarakat umum mengenang makna spiritual yang menyatukan.
“Selamat memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus Tahun 2026 kepada seluruh umat Kristiani di Indonesia. Semoga peringatan ini membawa kedamaian, suka cita, dan semangat baru dalam membangun kehidupan yang harmonis,” ujar Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Kamis.
Kolaborasi Pendidikan dan Budaya dalam Kenaikan Yesus Kristus
Kemenag tidak hanya fokus pada isu kekerasan di pesantren, tetapi juga menghadirkan pesan keagamaan dalam memperkuat hubungan antarumat beragama. Dalam perayaan Kenaikan Yesus Kristus, Menag Nasaruddin Umar menekankan pentingnya kerja sama lintas agama untuk menciptakan suasana yang inklusif. Ia menyatakan bahwa perayaan tersebut bisa menjadi jembatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai-nilai kebersamaan.
“Perayaan ini bisa menjadi momen untuk mengajak seluruh masyarakat memperkuat semangat kebersamaan, terlepas dari agama yang dianut,” ujar Menag Nasaruddin Umar.
Masyarakat Diminta Waspadai Aktivitas Gunung Dukono
Terlepas dari isu keagamaan, Badan Geologi tetap memantau aktivitas Gunung Dukono yang masih tergolong dinamis. Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung tersebut dianjurkan untuk mengikuti instruksi darurat jika kondisi vulkanik mengalami per
