Pimpinan MPR: Manfaatkan naskah kuno untuk peningkatan literasi

Peluang dan Tantangan dalam Pelestarian Koleksi

Jakarta – Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI, mengusulkan agar Perpustakaan Nasional (Perpusnas) tidak hanya berperan sebagai penyimpan naskah kuno, tetapi juga aktif memanfaatkannya untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Menurut Rerie, nama akrab Lestari, potensi tersebut perlu diubah menjadi langkah konkret yang mendorong partisipasi publik dalam pembelajaran.

“Naskah yang sudah didigitalisasi jangan hanya disimpan. Kita harus memastikan pemanfaatan maksimalnya, karena itu bisa menjadi sarana membangun literasi nasional,” ujarnya dalam pernyataan resmi di Jakarta, Selasa.

Dari data Perpusnas per 2026, total koleksi naskah bangsa mencapai 143.259 eksemplar, termasuk yang berada di luar negeri. Namun, hanya sekitar 13.318 naskah yang disimpan di lembaga tersebut. Dari jumlah itu, 7.987 naskah telah diubah menjadi bentuk digital. Rerie menyoroti bahwa pengurangan target penyelamatan naskah, dari 10.300 menjadi 2.165, berdampak pada upaya pelestarian.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Naskah kuno, menurut Rerie, adalah bukti dari tradisi intelektual Indonesia. Jika tidak digunakan sebagai sumber belajar, upaya melestarikannya akan kehilangan makna. Ia menegaskan bahwa kearifan lokal dalam naskah Nusantara sangat relevan untuk pembangunan masa depan, sehingga penyelamatan naskah saja tidak cukup.

Kemudian, Lestari menekankan pentingnya Perpusnas terus mengambil peran aktif dalam meningkatkan literasi masyarakat. Ia berpendapat bahwa keberadaan naskah Nusantara seharusnya menjadi bagian dari upaya memudahkan akses publik terhadap pengetahuan tradisional. “Merawat naskah berarti merawat akal budi bangsa. Jangan sampai upaya ini hanya berhenti di tingkat administratif,” tambah Rerie.