BPOM: Penerapan Nutri-level Dimulai dengan Minuman

Jakarta, BPOM menyatakan bahwa penerapan label gizi atau Nutri-level akan dimulai dengan fokus pada minuman terlebih dahulu, kemudian secara bertahap melibatkan produk-produk lain. “Karena dari hasil uji publik serta pengamatan kita, kelebihan gula dan lemak terutama terjadi pada minuman berpemanis,” ujar Kepala BPOM Taruna Ikrar saat peluncuran kebijakan label gizi, Selasa.

Menurut Taruna, langkah bertahap diambil mengingat jumlah pelaku usaha makanan di Indonesia mencapai 1,7 juta industri. Selama masa transisi, selain menempelkan label gizi, BPOM juga memberikan tanda “pangan sehat” sebagai insentif bagi perusahaan yang memenuhi standar. Insentif lainnya, seperti percepatan proses perizinan, juga disiapkan sebagai dorongan bagi kepatuhan.

“Dengan adanya stempel pangan sehat, masyarakat akan lebih cenderung memilih produk tersebut,” tambahnya.

Nutri-level didasarkan pada Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023. Penerapan label ini bertujuan melindungi rakyat Indonesia dari penyakit dengan beban kesehatan terbesar, seperti stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal, melalui edukasi yang lebih transparan. “Kebiasaan konsumsi gula, garam, dan lemak dalam takaran yang tepat bisa mencegah penyakit tersebut, daripada hanya mengobati,” jelas Taruna.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Dalam kesempatan serupa, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa kebijakan ini sementara masih bersifat rekomendasi, belum wajib. “Masa transisi akan berlangsung sekitar 1-2 tahun, dan kami serta BPOM akan memantau pelaksanaannya,” katanya.

Kementerian Kesehatan akan mengawasi penerapan Nutri-level di restoran besar dan cabang-cabang waralaba, sementara BPOM fokus pada industri makanan. Dalam sistem Nutri-level, terdapat empat kategori label: A (hijau tua) untuk kadar gula, garam, dan lemak yang sesuai, B (hijau muda) untuk kadar yang sedang, C (kuning) untuk kadar tinggi, serta D (merah) untuk kadar sangat tinggi.