Presiden Iran Kutuk Serangan Trump terhadap Paus Leo

Istanbul menjadi pusat perhatian setelah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengkritik penghinaan yang dilakukan Donald Trump terhadap Paus Leo XIV. Melalui akun media sosial X, Senin (13/4), Pezeshkian menegaskan bahwa tindakan meremehkan “Yesus, nabi perdamaian dan persaudaraan” tidak dapat diterima oleh siapa pun.

“Di era ketika gemuruh bom dan hiruk pikuk para panglima perang dan penjajah membebani hati nurani dunia, kata-kata Paus Leo XIV mencerminkan seruan mendalam Injil: ‘Berbahagialah orang-orang yang menciptakan perdamaian’.”

Kementerian Luar Negeri Iran juga mengkritik pernyataan Trump. Jurubicara kementerian, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa menghina Paus adalah “serangan terang-terangan terhadap advokasi yang bertanggungjawab untuk perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan”.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Trump menyalahkan Paus Leo atas sikapnya terhadap perang Iran dan menuduh kepemimpinannya di Gereja Katolik bermotivasi politik. Ia juga mengkritik prestasi Paus dalam menangani kejahatan.

Sebagai tanggapan, Paus Leo XIV menyatakan bahwa ia tidak takut pada pemerintahan Trump dan berkomitmen untuk terus berbicara melawan perang. Ia menegaskan bahwa tindakannya didasarkan pada ajaran Injil, bukan kepentingan politik.

Papar Paus Leo XIV

Paus Leo XIV (Robert Francis Prevost), yang terpilih pada 8 Mei 2025, menjadi Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat. Lahir di Chicago, Illinois, pada 14 September 1955, ia tumbuh dalam keluarga Katolik taat dengan asal campuran Prancis, Italia, dan Spanyol.

Sebelum menjabat sebagai Paus, Prevost menempati posisi Prefek Dikasteri untuk Uskup dan Presiden Komisi Kepausan Amerika Latin, menjadikannya tokoh sentral dalam pemilihan uskup global. Sebagai misionaris dari Ordo St. Agustinus, ia menghabiskan sebagian besar masa pelayanannya di Peru.

Dikenal sebagai sosok moderat yang tenang, Prevost juga fasih berbicara dalam bahasa Spanyol dan Italia. Fokusnya terletak pada isu keadilan sosial, imigran, dan lingkungan.