Survei: hampir 70 persen warga AS khawatir konflik dengan Iran

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran memanas sejak 28 Februari, ketika kedua pihak meluncurkan serangan ke target-target di Iran, termasuk wilayah Teheran, yang menyebabkan korban sipil. Dalam balasan, Iran menyerang wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Pada Selasa, Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dua minggu dengan Iran.

Persepsi Masyarakat AS terhadap Konflik

Berdasarkan survei YouGov dan CBS News yang diluncurkan pada hari Minggu, sebanyak 68% warga Amerika Serikat merasa khawatir mengenai eskalasi konflik dengan Iran. Angka ini naik dua poin dibandingkan survei sebelumnya pada 22 Maret. Selain itu, 57% responden menyatakan terbebannya, sementara 54% mengungkapkan rasa marah.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Ancaman Trump untuk menghancurkan peradaban Iran” yang diunggah di platform Truth Social pada 7 April dinilai negatif oleh 59% warga AS. Dari jumlah tersebut, 47% menyatakan sangat tidak menyukai pernyataan tersebut.

Survei juga menunjukkan 59% responden menganggap konflik tersebut berdampak “agak buruk” atau “sangat buruk” bagi AS. Dari 2.387 orang dewasa yang diwawancara, 62% menilai Trump tidak memiliki strategi yang jelas dalam menangani situasi ini, sementara 66% mengkritik pemerintah atas ketidakjelasan tujuan tindakan militer.

Dalam penilaian umum, 64% warga AS tidak setuju dengan cara Trump menghadapi Iran, naik dua poin dari survei sebelumnya. Sementara itu, 61% responden memberikan penilaian negatif terhadap kinerjanya. Margin kesalahan survei sebesar 2,4 poin persentase.