AMP
KitaBersedekah
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Jalan Lenteng Agung ke Depok Ditutup Sampai Besok Pagi, Ini 4 Pilihan Jalur Alternatif

Published Juni 1, 2026 · Updated Juni 1, 2026 · By Joko Hidayat

Jalan Lenteng Agung ke Depok Ditutup Sampai Besok Pagi, Ini 4 Pilihan Jalur Alternatif

Latest Program - Pada siang hari, tepatnya pukul 14.00 WIB, ruas Jalan Lenteng Agung Raya yang mengarah ke arah selatan menuju Depok ditutup sepenuhnya hingga pukul 05.00 WIB pagi hari Selasa (2/6). Penutupan ini terjadi karena adanya proses perbaikan infrastruktur jalan yang telah dimulai sejak Rabu (27/5) malam lalu. Selama pengerjaan, titik-titik tertentu di sepanjang jalan akan terganggu, termasuk kawasan Lenteng Agung dan Depok. Perbaikan bertujuan mengatasi masalah retakan dan lubang yang terjadi akibat beban lalu lintas yang tinggi selama beberapa bulan terakhir.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang terjadi selama pengerjaan,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, dalam pernyataannya. Ia menekankan bahwa tim Dishub telah berupaya maksimal untuk mengurangi pengaruh penutupan jalan terhadap arus lalu lintas. Budi juga meminta masyarakat yang melalui jalur tersebut untuk mematuhi arahan petugas dan memilih jalur alternatif yang telah disediakan.

Langkah Dishub dalam Mengatur Arus Lalu Lintas

Dinas Perhubungan DKI Jakarta, sebagai pihak yang bertanggung jawab, telah melakukan beberapa langkah untuk meminimalkan kesulitan pengguna jalan. Selain memperbaiki kerusakan fisik di jalan, Dishub juga mengoptimalkan pengelolaan lalu lintas melalui pemasangan spanduk informasi dan penerapan sistem arahan jalan yang lebih baik. Tujuh spanduk besar dibangun di titik strategis, seperti lima di koridor utama ke Depok dan dua di area Lenteng Agung. Spanduk ini bertujuan memberikan petunjuk jelas bagi pengemudi yang bingung dengan perubahan rute.

Dishub juga menyiapkan tiga jalur alternatif utama untuk mengalihkan arus kendaraan yang biasanya melewati Jalan Lenteng Agung Raya. Petugas Dishub ditempatkan di beberapa titik kritis, seperti di kawasan Tapal Kuda dan sekitar Universitas Pancasila, untuk membantu pengemudi menemukan jalur paling efisien. Sosialisasi dilakukan secara bertahap agar masyarakat tidak terkejut dengan perubahan arah jalan yang terjadi.

Empat Jalur Alternatif yang Disarankan

Durasi penutupan jalan mencapai lebih dari 24 jam, sehingga pengguna jalan harus mempersiapkan rencana perjalanan lebih awal. Berikut empat jalur alternatif yang dapat digunakan untuk menghindari keterlambatan:

Kendaraan yang berangkat dari Pasar Minggu dapat mengalihkan arah di perlintasan sebidang kereta api JPL 23 atau di putaran Universitas Pancasila. Setelah itu, mobil dan motor dapat melintasi Jalan Moch. Kahfi II serta Jalan Tanah Baru menuju arah Depok. Jalur ini diperkirakan memakan waktu sekitar 15 menit lebih lama dibandingkan jalur utama, tetapi lebih aman karena tidak melewati titik rawan retak.

Alternatif kedua adalah dengan memutar balik di tapal kuda depan IISIP Jakarta. Setelah itu, pengemudi dapat menggunakan Jalan TB Simatupang, Jalan Kebagusan Raya, atau Jalan Raya Cilandak KKO sebagai jalur pengganti. Rute ini melewati kawasan yang lebih lebar, sehingga mampu menampung volume kendaraan yang lebih besar.

Jalur ketiga mengarah ke Jalan Raya Bogor. Pengendara yang memilih opsi ini harus melewati Jalan TB Simatupang dan kemudian menuju Jalan Akses UI. Rute ini lebih panjang namun dianggap lebih stabil, terutama untuk kendaraan yang tidak terlalu sensitif terhadap macet. Pihak Dishub menyebutkan bahwa rute ini cocok untuk pengemudi yang ingin menghindari kawasan berkerumun di area utama.

Untuk kendaraan besar, seperti truk dan bus, Dishub menyarankan penggunaan Tol Jagorawi atau Tol Desari. Rute ini memotong waktu perjalanan sekitar 20 menit dibandingkan jalur reguler. Petugas Dishub juga menyiapkan titik pengawasan khusus di kawasan Tol tersebut untuk memastikan alur lalu lintas tetap lancar.

Detil Perbaikan dan Dampak pada Lingkungan

Dishub menegaskan bahwa pekerjaan perbaikan jalan dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu kegiatan masyarakat. Pekerjaan mulai dilakukan sejak malam hari Rabu (27/5) setelah tim inspeksi menemukan area retak yang membahayakan keselamatan pengemudi. Retakan terjadi akibat beban berat dari kendaraan yang selama ini melewati jalan tersebut tanpa ada perbaikan yang signifikan.

Dengan adanya penutupan, Dishub memperkirakan terjadi peningkatan kemacetan di area sekitarnya, terutama di sekitar Pasar Minggu dan Cipayung. Namun, tim Dishub bersikeras bahwa rencana penutupan jalan akan selesai tepat waktu dan tidak memengaruhi aktivitas utama di kota. Mereka juga menjamin bahwa semua titik pengawasan akan ditingkatkan untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan kendaraan.

Kesiapan dan Panduan Pengguna Jalan

Dishub mengimbau pengguna jalan untuk memperhatikan petunjuk arah yang diberikan di setiap titik strategis. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai media, termasuk papan informasi di jalur utama dan pamflet yang diberikan kepada pengemudi. Dalam waktu dua minggu terakhir, tim Dishub telah mengadakan pertemuan rutin dengan pengelola kawasan sekitar untuk memastikan koordinasi yang baik.

Kendaraan yang memilih jalur alternatif juga harus memperhatikan batas kecepatan di beberapa titik. Dishub menyarankan pengemudi untuk mengurangi kecepatan hingga 30 km