AMP
KitaBersedekah
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

New Policy: Jasa Marga Gaet UMKM Buka Booth di Jakarta Fair 2026

Published Juni 14, 2026 · Updated Juni 14, 2026 · By Rafi Pratama

Jasa Marga Gaet UMKM Buka Booth di Jakarta Fair 2026

New Policy - PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali mengambil peran aktif dalam upaya meningkatkan kualitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Dalam rangka memperkuat komitmen berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, perusahaan BUMN yang bergerak di bidang jasa transportasi ini menawarkan platform baru bagi pelaku usaha lokal melalui partisipasi dalam Jakarta Fair 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Jasa Marga untuk memperluas akses pasar nasional, sekaligus memperkuat kapasitas usaha UMKM dalam menghadapi tantangan persaingan global.

UMKM sebagai Tulang Punggung Ekonomi Nasional

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, menjelaskan bahwa pemberdayaan UMKM merupakan salah satu prioritas utama perusahaan. Menurutnya, UMKM tidak hanya menjadi sumber kehidupan bagi miliaran warga, tetapi juga memiliki peran sentral dalam menciptakan nilai tambah ekonomi dan sosial yang berdampak langsung pada masyarakat. Sebagai perusahaan pelayanan publik, Jasa Marga berkomitmen untuk memastikan UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan, dengan peningkatan kualitas produk dan daya saing yang lebih baik.

Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman mengapresiasi acara Jakarta Fair 2026 yang menjadi momen penting untuk memeriahkan HUT ke-499 Kota Jakarta. Ia menyatakan, "Kegiatan tahunan ini menjadi wadah strategis bagi UMKM untuk menunjukkan potensi dan inovasi mereka." Maman menekankan bahwa Kementerian UMKM akan terus memberikan dukungan intensif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar semakin adaptif dan inovatif dalam menghadapi dinamika pasar.

Jasa Marga meyakini bahwa UMKM merupakan pilar utama perekonomian nasional. Dengan memanfaatkan fasilitas dan infrastruktur yang dimiliki, perusahaan ini ingin membantu pengusaha lokal menembus pasar yang lebih luas. Untuk mencapai tujuan tersebut, Jasa Marga meluncurkan berbagai program yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat daya saing produk, serta memperluas jangkauan pemasaran. Partisipasi UMKM dalam Jakarta Fair 2026, yang digelar di Kemayoran, diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan visi tersebut.

Target Transaksi dan Pengunjung di JFK 2026

Jakarta Fair 2026, yang dikenal sebagai pameran multiproduk terbesar, terlengkap, dan terlama di kawasan Asia Tenggara, menampilkan beragam promosi produk unggulan dalam negeri yang dikemas dengan hiburan menarik. Tahun ini, acara tersebut dihadiri oleh sebanyak 2.800 perusahaan, dengan 1.800 booth yang memamerkan berbagai inovasi dari sektor UMKM. Menteri Maman menyoroti bahwa acara ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga sebagai wadah untuk membangun sinergi antar pelaku usaha, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk lokal.

Dalam rangka mencapai target transaksi yang lebih tinggi, Jasa Marga menargetkan angka Rp 8 triliun untuk tahun ini, setelah pada tahun lalu berhasil menorehkan Rp 7 triliun. Rivan Purwantono menyampaikan bahwa peningkatan traffic pengunjung menjadi salah satu faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan penjualan. Ia menambahkan, "Kami percaya bahwa kehadiran UMKM di acara seperti ini akan membuka peluang baru, serta menciptakan kesempatan untuk menjalin kerja sama dengan konsumen dan mitra strategis."

Persiapan dan Konsistensi Jasa Marga

Sebelum pelaksanaan Jakarta Fair 2026, Jasa Marga telah melakukan persiapan yang matang untuk memastikan keberhasilan program ini. Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan ini juga memfasilitasi lima UMKM binaan yang bergerak di bidang kerajinan, seperti Batik Kurnia, Batik Koja Authentic, Batik Saenadhilah, Dayakina Borneo, dan Al Ghifari, dalam pameran nasional Swarna Wastra Nusantara (SWN) 2026. Ajang SWN, yang berlangsung pada 9–11 Juni di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, merupakan bagian dari rangkaian Road to HUT ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Kehadiran UMKM dalam acara ini dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan visibilitas produk lokal di pasar nasional.

Jasa Marga tidak hanya berfokus pada pameran, tetapi juga memberikan pendampingan intensif bagi UMKM binaan. Program ini dilakukan secara berkesinambungan untuk memastikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah memiliki akses pasar yang lebih luas. Dengan dukungan infrastruktur dan kebijakan yang optimal, Jasa Marga ingin membantu UMKM mampu bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat. Rivan Purwantono menegaskan, "Kami berkomitmen untuk terus bergerak dengan semangat melayani sepenuh hati, melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang dirancang khusus untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat."

Langkah Lain dalam Mendukung UMKM

Di luar acara Jakarta Fair 2026, Jasa Marga terus menghadirkan berbagai inisiatif untuk mendorong UMKM tumbuh lebih cepat. Salah satu contoh adalah pemberdayaan melalui pelatihan teknis, akses pemasaran digital, serta kemitraan dengan berbagai lembaga keuangan. Program ini diharapkan bisa membantu pelaku usaha mengembangkan kapasitas produksi, memperbaiki kualitas layanan, serta memanfaatkan peluang ekspor untuk memperluas pasar secara nasional maupun internasional.

Keberhasilan partisipasi UMKM di Jakarta Fair 2026 juga dianggap sebagai indikator positif dari upaya Jasa Marga dalam menciptakan ekosistem usaha yang inklusif. Dengan meningkatkan akses ke pasar yang lebih luas, perusahaan-perusahaan kecil yang tergabung dalam program binaan diharapkan bisa meningkatkan produktivitas, kreativitas, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan tren konsumen. Rivan Purwantono menambahkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi Jasa Marga untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan perekonomian daerah dan nasional.

Menurut data dari Kementerian UMKM, sektor UMKM menyumbang sekitar 60% dari total nilai tambah ekonomi Indonesia. Dengan partisipasi dalam acara sebesar Jakarta Fair 2026, Jasa Marga ingin memastikan UMKM bisa memperoleh lebih banyak pengakuan, sekaligus membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. "Setiap langkah yang dilakukan Jasa Marga bertujuan untuk menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat, dimana UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga bisa menembus pasar internasional dengan dukungan infrastruktur dan pemasaran yang optimal," tutur Maman Abdurrahman dalam wawancara terpisah.

Dalam jangka panjang, Jasa Marga berharap program binaan UMKM bisa menjadi model yang bisa diikuti oleh perusahaan lainnya. Dengan memanfaatkan potensi lokal, perusahaan-perusahaan BUMN dapat membantu memperkuat daya saing ekonomi Indonesia. Partisipasi dalam acara besar seperti Jakarta Fair 2026 dianggap sebagai salah satu bentuk keberhasilan dalam menyalurkan dukungan tersebut. Selain itu, Jasa Marga juga berupaya mengedukasi masyarakat untuk lebih menghargai produk dalam negeri, sekaligus mendorong konsumen lebih cerdas dalam memilih produk yang berasal dari UMKM.

Komitmen Jasa Marga untuk mendorong UMKM tidak hanya terbat