AMP
KitaBersedekah
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Kolaborasi 3 Raksasa Bawa Monopoly di Layar Lebar, Mimpi yang Tertunda Sejak 2008

Published Juni 14, 2026 · Updated Juni 14, 2026 · By Aisyah Wibowo

Kolaborasi Tiga Raksasa Menghadirkan Monopoly ke Layar Lebar, Mimpi yang Selama Ini Tertunda

Latest Program - Setelah sekian lama, Monopoly, permainan papan klasik yang legendaris, akhirnya kembali dipertimbangkan untuk diangkat ke layar lebar sebagai film adaptasi. Tiga perusahaan produksi besar, Lionsgate, LuckyChap Entertainment, dan Hasbro Entertainment, resmi menyatukan langkah untuk mengembangkan proyek ini. Dua tim penulis ternama turut terlibat dalam penggarapan naskah, yakni Neil Widener dan Gavin James, yang sebelumnya pernah membawa A Minecraft Movie ke bioskop, serta Rebecca Angelo dan Lauren Schuker Blum, yang dikenal sebagai penyusun skrip Dumb Money. Kemitraan ini menandai kembalinya rencana adaptasi permainan yang sempat tertunda sejak 2008.

Kerja sama antar tiga studio ini tidak hanya menjanjikan kolaborasi sektor produksi, tetapi juga kreativitas dari tim penulis berpengalaman. Mereka berharap menghadirkan cerita Monopoly dengan narasi yang menarik dan sesuai dengan ekspektasi penonton. Proyek ini telah melalui beberapa putaran penyusunan skrip, dengan dua draf yang telah diterima oleh tim studio dan sedang dianalisis lebih lanjut. Pemilihan penulis yang terbukti sukses di industri film menjadi pertanda kuat bahwa proyek ini memiliki potensi besar.

Mimpi Adaptasi Monopoly di Bioskop yang Selama Ini Tertunda

Membawa Monopoly ke layar lebar bukanlah ide baru. Sejak 2008, proyek ini telah mengalami beberapa fase, mulai dari perencanaan hingga pembatalan. Saat itu, Universal Pictures dan Hasbro Entertainment berencana mengadaptasi berbagai permainan populer, termasuk Monopoly. Nama besar seperti Ridley Scott sempat dihubungkan dengan proyek ini, yang menunjukkan tingkat antusiasme dari industri perfilman terhadap adaptasi permainan papan. Namun, kegagalan film Battleship, yang juga merupakan adaptasi dari permainan papan, membuat minat terhadap proyek ini sedikit meredup.

Kelahiran Monopoly pada tahun 1935 menjadikannya salah satu permainan paling ikonik di dunia. Hingga kini, permainan ini telah terjual hampir setengah miliar kopi dan dipasarkan di lebih dari 100 negara. Keberhasilan yang luar biasa ini membuat Monopoly menjadi target yang menarik untuk diadaptasi. Namun, proses adaptasi terus mengalami hambatan. Pada 2015, Lionsgate mengambil alih hak adaptasi, dan proyek tersebut digarap bersama Andrew Niccol. Kevin Hart dijadwalkan sebagai pemeran utama, sementara Tim Story ditunjuk sebagai sutradara. Meski demikian, rencana ini tidak berlanjut.

Dalam beberapa tahun terakhir, proyek Monopoly kembali mendapat perhatian. Setelah kemudian meninggalkan beberapa jalan, Lionsgate mengumumkan keterlibatan LuckyChap Entertainment, yang dikenal karena kesuksesan film Barbie. Pengumuman ini menggembirakan banyak pihak, terutama karena LuckyChap memiliki rekam jejak dalam menghasilkan film dengan konsep unik. Setahun kemudian, John Francis Daley dan Jonathan Goldstein dipercaya menyusun naskah, tetapi proyek tersebut juga dihentikan. Dengan penolakan sebelumnya, kini kolaborasi baru antara Lionsgate, LuckyChap, dan Hasbro memberikan harapan baru bagi penggemar Monopoly.

Menurut salah satu kreator film yang terlibat, Steven Knight, yang juga dikenal sebagai penggarap Peaky Blinders, pendekatan cerita harus tetap relevan dengan audiens global. Dalam sebuah wawancara, Knight mengatakan, "

Monopoly memiliki cerita yang bisa diadaptasi menjadi film yang menghibur dan memenuhi ekspektasi. Kami ingin memastikan bahwa narasi tetap menarik, bahkan bagi generasi muda.

" Kehadiran penulis berpengalaman diharapkan mampu menghadirkan dimensi baru pada adaptasi ini, mengingat Monopoly bukan hanya sekadar permainan, tetapi juga simbol budaya yang melekat dalam kehidupan banyak orang.

Banyak yang menganggap proyek ini sebagai penantian panjang yang akhirnya terealisasi. Meski sempat mengalami beberapa kegagalan, ketiga studio ini menunjukkan komitmen untuk melahirkan karya yang mampu menggabungkan nostalgia dan inovasi. Dengan dukungan tim penulis yang terbukti andal, serta pengalaman pengembangan film dari Lionsgate, proyek Monopoly dianggap memiliki potensi besar untuk menjadi kesuksesan besar.

Tidak hanya film, Monopoly juga sedang diembangkan dalam bentuk serial untuk platform streaming Netflix. Hasbro mempercayakan Studio Lambert, yang terkenal karena kesuksesan serial The Traitors, untuk memproduksi serial ini. Meskipun tidak memiliki naskah, serial ini diharapkan mampu memperkaya pengalaman pemain dengan cerita yang mengikuti alur permainan. Kolaborasi antara berbagai studio menunjukkan bahwa Monopoly tidak hanya merupakan permainan, tetapi juga menjadi proyek yang memiliki nilai ekonomi dan budaya tinggi.

Dengan konsistensi dukungan dari industri hiburan, proyek Monopoly kini semakin dekat untuk terealisasi. Kombinasi antara pengalaman studio ternama, tim penulis berbakat, dan rencana adaptasi yang menarik, diharapkan dapat menghasilkan film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggambarkan kehidupan sosial dan persaingan dalam skala besar. Mimpi yang sempat tertunda sejak 2008 kini menggelora kembali, dengan harapan mampu menarik perhatian penonton di seluruh dunia.