AMP
KitaBersedekah
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Laga Terakhir Fase Grup Argentina tanpa Lionel Messi

Published Juni 28, 2026 · Updated Juni 28, 2026 · By Joko Hidayat

Laga Penutup Babak Penyisihan Grup Argentina Tanpa Bintang Besar

Laga Terakhir Fase Grup Argentina tanpa - Argentina akan menghadapi pertandingan penutup babak penyisihan grup dalam ajang Piala Dunia tanpa kehadiran Lionel Messi. Megabintang yang sejak lama menjadi ikon tim nasional tersebut akan duduk di bangku cadangan saat melawan Yordania di Dallas, Minggu (28/6) pagi WIB. Keputusan ini diumumkan oleh pelatih tim, Lionel Scaloni, yang menjelaskan bahwa pemutusan ikatan Messi dengan laga tersebut tidak terkait langsung dengan masalah cedera.

Scaloni menegaskan bahwa pemilihan untuk mengistirahatkan bintang besar Argentina adalah hasil diskusi internal tim dan dipandang sebagai strategi terbaik. Meski demikian, ia juga menyampaikan bahwa Messi tetap perlu menjaga ritme permainannya di laga-laga berikutnya. ”Leo (Messi) kemungkinan besar akan turun di babak kedua, tapi kami sudah sepakat bahwa istirahatnya hari ini adalah langkah penting untuk mengoptimalkan performa di pertandingan mendatang,” ujar Scaloni, seperti dilaporkan BBC Sport.

“Leo (Messi) amat mungkin akan masuk pada babak kedua. Kami sudah berbicara dan sepakat bahwa itu merupakan pilihan terbaik. Namun, tentu saja penting juga baginya untuk tetap menjaga ritme pertandingan,” ujar Scaloni.

Messi, yang sekarang menginjak usia 39 tahun, memimpin perburuan Sepatu Emas dengan lima gol yang berhasil dicetaknya dalam dua pertandingan awal. Kemenangan dramatis melawan Austria, di mana ia mencetak dua gol, membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi ini. Meski absen, prestasi individu Messi tetap menjadi fokus utama bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Pelatih Scaloni menekankan bahwa keputusan untuk memainkan pemain tertentu pada laga besok tidak terkait dengan siapa yang akan dipilih untuk pertandingan setelahnya. Ia mengungkapkan bahwa Yordania dianggap sebagai lawan yang layak untuk dihadapi. ”Niat kami ialah menguasai bola serta mendominasi pertandingan melalui penguasaan bola. Para penyerang mereka memiliki kecepatan yang tinggi dan kami harus memperhitungkan hal tersebut,” tambahnya.

Argentina, yang memasuki babak penyisihan grup dengan rekor sempurna, memperlihatkan dominasi mereka sejak awal. Dalam laga terakhir fase grup, tim asuhan Scaloni diperkirakan akan mempertahankan strategi ofensif yang telah terbukti efektif. Meski tanpa Messi, kekuatan kreativitas dan pengalaman pemain lain seperti Enzo Fernández dan Alexis Mac Allister diperhitungkan sebagai faktor kunci dalam menghadapi Yordania.

Di sisi lain, kompetisi juga menyajikan persaingan ketat di antara pemain-pemain top scorer. Kylian Mbappé, yang telah mengoleksi empat gol untuk Prancis, gagal menambahkan koleksinya dalam pertandingan melawan Norwegia. Laga tersebut berakhir dengan skor telak 4-1 untuk Prancis, di mana Erling Haaland tetap berada di bangku cadangan meski terlibat dalam aksi-aksi menarik. Namun, Ousmane Dembele menjadi penentu perubahan dinamika setelah mencetak hattrick di babak pertama, sehingga total golnya dalam turnamen ini mencapai empat.

Kehadiran Dembele memberikan kejutan bagi tim Prancis, yang sebelumnya mengandalkan Mbappé sebagai motor utama serangan. Meski Haaland sempat menjadi favorit untuk memimpin lomba top skor, keberhasilan Dembele memperkuat persaingan antar pemain yang sangat ketat. Laga melawan Norwegia menjadi bukti bahwa kemampuan fisik dan mental para pemain tetap terjaga meski dalam tekanan berat.

Argentina, di sisi lain, telah menunjukkan bahwa mereka mampu mengatasi tantangan besar. Tanpa Messi, tim tetap menunjukkan konsistensi di lapangan, dengan penyerangan yang terarah dan pertahanan yang solid. Kekuatan mental para pemain terbukti mumpuni, terutama setelah kehilangan salah satu pemain andalan mereka. Scaloni menegaskan bahwa keputusan absennya Messi adalah bagian dari rencana jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan performa tim di babak selanjutnya.

Sebagai tim yang tampil dominan di grup, Argentina menantikan momen untuk memastikan posisi mereka di babak penyisihan grup. Meski ada kekhawatiran terkait absennya Messi, Scaloni percaya bahwa kekuatan tim akan tetap terjaga. Di sisi lain, persaingan untuk Sepatu Emas masih terbuka, dengan beberapa nama yang terus menunjukkan tajamnya kemampuan mencetak gol.

Yordania, sebagai lawan di laga penutup fase grup, akan menjadi tantangan yang menarik bagi Argentina. Meski diunggulkan, tim dari kawasan Timur Tengah dikenal memiliki semangat juang tinggi dan kemampuan mengembangkan permainan secara mengejutkan. Scaloni berharap pemain lain bisa memenuhi ekspektasi di bawah tekanan pertandingan ini, sambil tetap memantau kondisi Messi untuk dipersiapkan di pertandingan berikutnya.

Dalam atmosfer kompetisi yang memanas, setiap laga menjadi penentu. Argentina harus menghadapi Yordania dengan strategi yang adaptif, sementara Prancis dan tim-tim lain masih berjuang untuk memperkuat posisi mereka di babak grup. Meski Messi absen, dunia sepak bola tetap memantau dengan saksama bagaimana Argentina bisa mempertahankan dominasi mereka di bawah tekanan kehilangan salah satu pemain terhebat sepanjang sejarah.