Kemenekraf Buka Peluang Kolaborasi dengan AS untuk Dukung Ekonomi Kreatif

Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif dan Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengambil inisiatif untuk menjajaki kerja sama dengan mitra strategis di Amerika Serikat. Tujuannya adalah memperkuat sistem ekosistem ekonomi kreatif dalam negeri melalui akses pasar, transfer ilmu pengetahuan, serta pengembangan bakat kreatif. “Amerika Serikat memiliki kekuatan besar dengan industri film Hollywood, yang bisa diikuti oleh subsektor ekonomi kreatif lainnya,” jelas Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.

Indonesia Perkuat Kawasan Strategis Ekonomi Kreatif

Menteri Riefky menyoroti bahwa AS termasuk negara yang potensial dalam mendukung ekosistem ekonomi kreatif secara global. Di sisi lain, pemerintah Indonesia terus memperkuat basis lokal dengan mengembangkan kawasan khusus yang terintegrasi. Sejumlah proyek seperti KEK Singasari di Malang, Nongsa Digital Park di Batam, serta Kura Kura di Bali diharapkan menjadi pusat kolaborasi internasional bagi para pelaku kreatif.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Selain itu, ada juga kawasan Sinarmas dan MNC Grup di Lido, Sukabumi. Semua ini berkontribusi pada pertumbuhan industri kreatif, yang bisa menarik investasi dari AS,” tambahnya. Tidak hanya itu, Kementerian Ekraf juga mengungkapkan komitmen untuk memperluas kerja sama global melalui penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) pada Oktober 2026. Konferensi ini akan menjadi forum diskusi mengenai pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat internasional.

Dubes RI di AS Siap Bantu Pertumbuhan Ekraf

Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, dalam diskusi daring menyambut baik upaya Kementerian Ekraf. “Kedutaan Besar RI di AS siap bermitra untuk menarik strategis partner dari sana, guna kolaborasi dengan pelaku kreatif dalam negeri,” katanya. Ia menyarankan agar Kementerian Ekraf terus berkomunikasi sebelum event WCCE di bulan Oktober.

“Produk ekspor yang siap bisa didorong ke depan. Produk yang belum memiliki mitra di AS akan kita bantu, seperti aplikasi, kerajinan, kuliner, serta kriya. Ekonomi kreatif ini luar biasa, karena bisa menciptakan lapangan kerja yang luas,” tutur Indroyono.

Pertemuan antara Kementerian Ekraf dan Kedutaan Besar RI di AS menjadi bentuk komitmen untuk mendorong kolaborasi internasional. Hal ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomi kreatif nasional serta menyiapkan pelaku kreatif menuju panggung global.