Faktor penentu tinggi badan anak, dari genetik hingga pola hidup

Kurva pertumbuhan dan peran orang tua

Prof. dr. Jose R.L. Batubara, Sp.A, Subsp.Endo(K), Ph.D, seorang dokter anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menjelaskan dalam webinar “Mengenal dan Memahami Kurva Pertumbuhan pada Anak” yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa, bahwa tinggi badan anak dipengaruhi oleh beberapa hal. Selain faktor keturunan, kondisi kesehatan, nutrisi, vaksinasi, serta lingkungan juga berkontribusi signifikan.

“Bukan berarti kalau bapak ibunya pendek, anaknya akan pendek. Banyak faktor lain seperti makanan, kesehatan, vaksinasi, dan lingkungan,”

Dalam paparannya, Jose menekankan bahwa nutrisi merupakan dasar penting bagi pertumbuhan. Ia menyebut anak perlu mendapatkan asupan kalori, protein dari sumber hewani, serta kalsium dan vitamin D untuk membantu pembentukan tulang. Susu menjadi salah satu bahan makanan utama yang menyediakan kalsium, sedangkan vitamin D memainkan peran kritis dalam proses penyerapan kalsium.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Anak butuh tidur minimal delapan jam. Saat deep sleep, hormon pertumbuhan keluar maksimal,”

Jose juga menjelaskan bahwa tidur berkualitas memengaruhi produksi hormon pertumbuhan. Selain itu, aktivitas fisik secara rutin bisa merangsang hormon tersebut. Olahraga seperti berenang, berlari, atau permainan aktif dianjurkan untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Pola hidup sehat dan indeks massa tubuh

Menurut Jose, orang tua tidak hanya perlu memantau berat badan, tetapi juga menyeimbangkan antara berat dan tinggi badan melalui indeks massa tubuh. Ia menambahkan bahwa konsumsi karbohidrat berlebihan tanpa diimbangi protein dapat menyebabkan obesitas tanpa meningkatkan tinggi badan secara optimal.

“Kalau kalorinya kebanyakan dari karbohidrat, anak bisa gemuk tapi tidak bertambah tinggi,”

Dalam menilai pertumbuhan anak, Jose menyampaikan bahwa tinggi badan akhir dapat diprediksi berdasarkan tinggi orang tua, meski hasilnya bisa berubah karena faktor lain selama masa pertumbuhan. Oleh karena itu, IDAI mendorong orang tua untuk lebih aktif mengawasi perkembangan anak dan menerapkan gaya hidup sehat agar potensi tinggi badan optimal dapat tercapai.

“Anak bisa tumbuh normal, memiliki keseimbangan emosional, hormon, dan genetik. Orang tua berperan untuk itu. Alat yang akurat untuk melihat pertumbuhan ini adalah kurva pertumbuhan tentunya,”