Latest Program: Pemkot Jakut ubah eks TPS di Sungai Bambu jadi taman
Pemkot Jakut ubah eks TPS di Sungai Bambu jadi taman
Latest Program – Kota Jakarta Utara melakukan revitalisasi area bekas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal yang terletak di RW 08, Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok. Penataan ini mengubah ruang yang sebelumnya digunakan untuk penumpukan sampah menjadi taman yang nyaman dan estetis. Kepala Satuan Pelaksana Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Kecamatan Tanjung Priok, Aditya Febiarizky, mengungkapkan bahwa upaya tersebut bagian dari langkah kontinu Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara dalam merancang kota yang lebih hijau dan terorganisir.
“Kami terus melakukan penataan ruang kota. Salah satunya melalui penataan kolong Tol Wiyoto Wiyono di lokasi bekas TPS jadi taman,” kata Aditya Febiarizky di Jakarta, Selasa.
Menurut Aditya, penataan tersebut merupakan hasil tindak lanjut dari program Pemkot Jakarta Utara yang bertujuan memaksimalkan fungsi ruang bawah tol. Ia menjelaskan bahwa area ini direnovasi agar lebih tertata, hijau, dan menarik. “Tujuan utama adalah mengubah tempat yang sebelumnya merupakan TPS ilegal menjadi ruang hijau yang nyaman serta enak dipandang,” tambahnya.
“Ini juga bertujuan mencegah terjadinya kembali penumpukan sampah liar,” kata Aditya.
Penataan dilakukan dengan menanam berbagai jenis tanaman hias, seperti hanjuang kribo dan pandan bali. “Luas area yang ditata mencapai sekitar 40 meter persegi dengan jumlah tanaman mencapai ribuan batang,” ucap Aditya. Proyek ini tidak hanya memberikan nilai estetika, tetapi juga mendorong keberlanjutan lingkungan dengan memperhatikan aspek resapan air.
Dalam konsep taman yang diusung, penataan tidak hanya fokus pada keindahan visual, tetapi juga mencakup desain yang ramah lingkungan. Untuk meningkatkan daya serap air, area taman dilengkapi batu split atau kerikil. “Penggunaan bahan ini tidak hanya membantu mengurangi genangan air, tetapi juga mempercantik tampilan,” terang Aditya. Dengan kombinasi tanaman dan elemen alami, taman ini diharapkan menjadi ruang relaksasi bagi warga sekitar.
“Hingga saat ini progres pekerjaan sudah mencapai hampir 90 persen dan ditargetkan rampung pekan ini,” ujar Aditya.
Aditya menjelaskan bahwa pengerjaan dilakukan secara bertahap sejak April 2026. Tim penataan melibatkan lima personel Pasukan Hijau yang dilengkapi peralatan pendukung. “Selain itu, kami juga akan mengirimkan petugas untuk melakukan perawatan rutin,” katanya. Namun, ia menekankan pentingnya partisipasi warga dalam menjaga kebersihan dan kesehatan taman tersebut.
Proses revitalisasi ini membutuhkan perencanaan matang. Pemkot Jakarta Utara menggabungkan teknik pertamanan modern dengan pendekatan lokal untuk memastikan taman bisa bertahan sepanjang waktu. Penanaman tanaman hias tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekologis, seperti penyerapan karbon dan pengurangan polusi udara. “Dengan taman ini, kami ingin menciptakan ruang hijau yang bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
“Kami tentu juga akan mengerahkan petugas untuk melakukan perawatan rutin. Namun, kami mengimbau warga untuk ikut menjaga dan merawat tanaman agar tetap terpelihara dan indah,” katanya.
Penggunaan batu split dan kerikil dalam penataan taman juga memberikan dampak positif terhadap aliran air. Di musim hujan, area ini berfungsi sebagai penyerap air hujan, mencegah banjir kecil di sekitar kawasan. “Kami memastikan bahwa taman ini tidak hanya indah, tetapi juga mampu mengurangi risiko erosi tanah,” tambah Aditya. Hal ini menjadi contoh bagaimana ruang bawah tol bisa dimanfaatkan secara optimal.
Kelurahan Sungai Bambu menjadi salah satu contoh keberhasilan program penataan ruang oleh Pemkot Jakarta Utara. Dengan keterlibatan masyarakat, proyek ini diharapkan bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang. “Kami yakin taman ini akan menjadi titik penghijauan yang menginspirasi warga lainnya untuk ikut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Aditya.
Sebelumnya, area tersebut sering menjadi tempat penumpukan sampah liar. Masalah ini menyebabkan tumpukan sampah yang mengganggu kenyamanan warga. Dengan diubah menjadi taman, lingkungan sekitar menjadi lebih sehat dan asri. “Keberadaan taman ini juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk bersantai, berolahraga, atau menikmati keindahan alam,” katanya.
Aditya menambahkan bahwa penataan TPS menjadi taman adalah upaya untuk mengoptimalkan penggunaan lahan yang terbatas. “Kota Jakarta Utara terus berupaya menyediakan ruang hijau yang bisa menjangkau seluruh warga,” ujar dia. Ia juga menyebutkan bahwa ada beberapa lokasi lain yang sedang dipertimbangkan untuk dilakukan penataan serupa.
Program ini tidak hanya fokus pada estetika, tetapi juga memperhatikan aspek fungsional. Sebagai contoh, taman ini dirancang agar bisa digunakan sebagai tempat bermain anak-anak dan ruang olahraga. “Selain itu, kami juga berharap taman ini bisa menjadi sarana edukasi bagi warga tentang pentingnya menjaga lingkungan,” kata Aditya. Dengan adanya taman, kawasan Sungai Bambu diharapkan lebih terlihat hidup dan berkelanjutan.
Proses pengerjaan tidak mudah karena harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk membersihkan sampah yang sudah menumpuk selama bertahun-tahun. Namun, berkat kerja sama antara tim pertamanan dan warga sekitar, penataan bisa berjalan cepat. “Warga sangat antusias karena mereka melihat perubahan positif di lingkungan mereka,” ujar Aditya. Ia juga menyebutkan bahwa tim akan terus memantau kualitas taman agar tidak menimbulkan masalah baru.
Kelurahan Sungai Bambu berada di wilayah yang kritis karena sering terkena genangan air akibat penggunaan lahan yang tidak optimal. Dengan adanya taman, kondisi ini bisa diperbaiki. “Kami yakin taman ini akan memberikan dampak signifikan terhadap kualitas hidup warga sekitar,” kata Aditya. Ia berharap proyek ini bisa menjadi contoh bagi kota lain yang ingin melakukan penataan serupa.
Pembuatan taman ini juga memberikan peluang bagi warga sekitar untuk terlibat dalam pengelolaan lingkungan. Aditya mengatakan bahwa keberhasilan penataan bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. “Dengan mengajak warga menjaga kebersihan taman, kami
