AMP
KitaBersedekah
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Update: Macet Parah Jalan Ambles Dekat Halte SMAN 109 Lenteng Agung, TransJakarta D21 4B Tidak Bisa Sampai UI

Published Mei 29, 2026 · Updated Mei 29, 2026 · By Yusuf Setiawan

Kemacetan Berat di Jalan Lenteng Agung Akibat Kerusakan Infrastruktur

Latest Update - Jalan Lenteng Agung Raya di Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengalami pengendapan lalu lintas yang cukup mengganggu sejak pagi Jumat. Situasi ini terjadi karena adanya bagian jalan yang amblas, tepat di sekitar halte TransJakarta SMAN 109. Kondisi tersebut menyebabkan arus kendaraan menuju Depok dan kawasan Universitas Indonesia (UI) terganggu sejak pukul 09.00 WIB. Kecelakaan di sektor ini memicu antrean panjang, mengakibatkan pengendara harus berjibaku untuk melewati rintangan yang tercipta.

Kondisi Jalan yang Rentan

Pantauan di lokasi, pada Jumat (29/5), terlihat banyak pengendara sepeda motor yang berusaha menyalip secara ekstrem melalui celah sempit antara mobil-mobil yang tersendat. Beberapa motor terpaksa melewati jalur yang tidak seharusnya, akibatnya menyebabkan risiko tertabrak atau terperosok ke lubang yang muncul di permukaan jalan. Selain itu, bus-bus TransJakarta juga harus mengurangi kecepatan perjalanan hingga berhenti di halte yang terdampak. Kondisi ini memperparah kemacetan, mengingat jalur utama menuju UI Depok dan Depok teralihkan ke jalur alternatif yang kurang optimal.

Kerusakan jalan yang terjadi bertepatan dengan hari kedua setelah Idul Adha, saat volume kendaraan meningkat secara signifikan. Sementara penumpang umum mengalami kesulitan, pengemudi pribadi dan angkutan umum justru mengalami kesulitan yang lebih besar. Rintangan di area tersebut menyebabkan terjadinya kepadatan lalu lintas yang mengalir perlahan, membuat waktu tempuh meningkat drastis.

Pengendara Motor Bertahan di Jalur Tepi

Beberapa saksi mata mengungkapkan bahwa pengendara motor lebih cepat beradaptasi dengan kondisi jalan yang rusak. Mereka memanfaatkan jalur tepi untuk menghindari antrean di jalur tengah yang terlalu sempit. Namun, keputusan ini juga berisiko karena beberapa motor terjatuh atau terperosok ke dalam lubang yang muncul di bagian tengah jalan. Relawan warga, Rafli Zulkarnaen yang dikenal dengan nama panggilan Ijoel, menjelaskan bahwa ada pengendara yang tidak sengaja menyalip ke arah yang salah.

"Beberapa motor terjatuh atau terperosok ke dalam lubang yang muncul di bagian tengah jalan. Pengendara terpaksa memutuskan untuk berjibaku di antara kendaraan lain, terutama karena kepadatan yang terus bertambah," tulis Ijoel dalam laporan lapangan.

Kerusakan jalan tersebut juga memicu kekacauan di sekitar area yang biasanya ramai. Banyak pengendara mengeluh karena tidak bisa mengambil jalur yang biasa digunakan, sehingga terjadi pergeseran kecil di sejumlah titik. Situasi ini membuat kepadatan lalu lintas menjadi lebih intens, terutama di jalur utama yang menghubungkan Jagakarsa dengan kawasan Depok.

Penyesuaian Rute TransJakarta

Kerusakan jalan berdampak langsung pada operasional TransJakarta. Dilansir dari Antara, jalur yang amblas memengaruhi sejumlah rute tujuan UI Depok. Akibatnya, TransJakarta mengumumkan perubahan rute untuk mempercepat aliran kendaraan. Rute D21 Lebak Bulus–UI Depok diperpendek menjadi Lebak Bulus–Bus Stop Wijaya Kusuma. Perubahan serupa juga diterapkan pada rute 4B Stasiun Manggarai–UI Depok.

"Sementara tidak melayani bus stop SMAN 38 sampai Universitas Indonesia," jelas akun resmi TransJakarta di X dalam pernyataan terbaru. Pernyataan ini menginformasikan bahwa penumpang yang biasanya menunggu di halte SMAN 38 kini harus berpindah ke titik lain untuk melanjutkan perjalanan. Dengan perubahan ini, TransJakarta berusaha meminimalkan hambatan di jalan yang rusak, meski tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah.

Perubahan rute ini juga menimbulkan kebingungan di antara penumpang. Banyak yang tidak tahu terlebih dahulu mengenai pergeseran halte, sehingga terjadi penumpukan di titik akhir rute baru. Sementara itu, pengemudi yang biasa menggunakan jalur sebelumnya harus menyesuaikan arah perjalanan, memperparah situasi di sekitar area amblas.

Kendala yang Berdampak Luas

Para warga sekitar mengeluhkan dampak sosial dari kejadian ini. Banyak orang yang terlambat sampai ke tempat kerja atau ke kampus, terutama yang menggunakan TransJakarta sebagai alat transportasi utama. Situasi ini memicu perbincangan di media sosial, di mana masyarakat meminta pemerintah untuk segera memperbaiki infrastruktur jalan yang rentan.

Menurut informasi yang diperoleh, kerusakan jalan tersebut terjadi akibat kondisi tanah yang tidak stabil. Petugas dinas perkeretaapian dan jalan sedang berusaha mengidentifikasi penyebab pasti, namun untuk sementara waktu, pengendara harus beradaptasi dengan kondisi yang tidak ideal. Dalam beberapa jam, para pekerja di sekitar lokasi berharap ada penyelesaian sementara untuk memudahkan arus lalu lintas.

Kemacetan yang terjadi pada Jumat pagi ini tidak hanya memengaruhi penumpang TransJakarta, tetapi juga menyebabkan keterlambatan bagi kendaraan umum lainnya. Beberapa angkutan umum dari perusahaan pihak ketiga terpaksa melalui jalur yang berbeda, meningkatkan risiko kemacetan di wilayah sekitar. Selain itu, pengendara sepeda motor juga dihimbau untuk lebih berhati-hati, terutama di titik-titik yang rawan terjadi kecelakaan.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan kesiapan infrastruktur di kawasan yang sering menjadi sasaran arus lalu lintas tinggi. Jalan Lenteng Agung Raya, yang biasanya menjadi jalur utama menuju Depok dan UI, kini menjadi pusat perhatian karena kerusakan yang tidak terduga. Dengan kejadian ini, masyarakat semakin menyadari pentingnya pemeliharaan rutin terhadap jalan-jalan utama yang sering digunakan oleh ratusan ribu pengendara sehari-hari.

Sampai saat ini, tidak ada indikasi bahwa kejadian kerusakan tersebut akan segera diperbaiki dalam waktu dekat. Sementara itu, warga terus menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait mengenai penyebab kerusakan dan rencana pemulihan. Meski demikian, upaya untuk mengalihkan arus lalu lintas sudah dilakukan, dengan harapan kondisi bisa membaik dalam beberapa hari mendatang.

Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa kejadian serupa bisa terjadi di berbagai titik jalan yang tidak diperbaiki secara berkala. Dengan arus lalu lintas yang terus meningkat, risiko kerusakan struktur jalan semakin tinggi. Dalam situasi seperti ini, pengendara diimbau untuk tetap waspada, terutama di area yang rawan kerusakan. Dengan perbaikan yang terus dilakukan, diharapkan kondisi lalu lintas bisa kembali normal, sehingga mobilitas masyarakat tidak terganggu lagi.