AMP
KitaBersedekah
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Visit Agenda: Mengapa Lagu Piala Dunia Selalu Ikonis ini Deretan Soundtrack yang Jadi Kenangan

Published Juni 18, 2026 · Updated Juni 18, 2026 · By Rafi Pratama

Ikonisnya Lagu Piala Dunia: Sejarah dan Deretan Soundtrack yang Tidak Terlupakan

Visit Agenda - Setiap kali Piala Dunia digelar, dunia sepak bola tidak hanya dihiasi oleh aksi-aksi heroik pemain, tetapi juga oleh lagu-lagu yang menjadi simbol abadinya. Bagi sebagian besar penggemar sepak bola, turnamen ini tak hanya terkenang karena momen-momen luar biasa di lapangan, tetapi juga melalui melodi yang menyatukan emosi dan identitas negara-negara peserta. Lagu resmi Piala Dunia kerap menjadi bagian tak terpisahkan dari kenangan kolektif, mampu menghidupkan nostalgia bahkan setelah bertahun-tahun berlalu.

Awal Mula Penyelenggaraan Lagu Resmi

Sejak awal abad ke-20, hubungan antara musik dan sepak bola telah berkembang. FIFA memperkenalkan lagu resmi turnamen pada edisi 1962 di Chile, yang dipilih sebagai "El Rock del Mundial." Lagu ini menjadi awal dari tradisi soundtrack Piala Dunia, yang seiring waktu semakin dikenang sebagai bagian dari identitas besar olahraga tersebut.

"FIFA mulai memperkenalkan lagu resmi turnamen pada Piala Dunia 1962 di Chile melalui 'El Rock del Mundial'." — MerahPutih.com

Dari sana, lagu-lagu resmi mulai menjadi alat untuk menyampaikan pesan patriotik, kegembiraan, atau semangat persatuan. Setiap edisi menciptakan karya musik yang menyesuaikan nuansa budaya lokal, tetapi tetap bisa menjangkau seluruh dunia.

Deretan Lagu yang Membekas dalam Sejarah Piala Dunia

Masuk ke era modern, Piala Dunia memperkenalkan lagu-lagu yang tidak hanya menemani pertandingan, tetapi juga mampu membangun kenangan tak terlupakan. Berikut adalah beberapa soundtrack legendaris yang masih dijaga dalam ingatan banyak orang:

1. Ricky Martin – La Copa de la Vida

Dalam edisi 1998 di Prancis, lagu "La Copa de la Vida (The Cup of Life)" oleh Ricky Martin menjadi salah satu yang paling ikonik. Lagu berirama Latin ini mencerminkan semangat kompetisi akhir dekade ke-90, sekaligus menggambarkan semangat generasi pemain yang memulai era baru dalam sejarah sepak bola.

2. Anastacia – Boom

Kemudian, Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang menghadirkan "Boom" oleh Anastacia. Lagu ini membawa nuansa musik pop dan elektronik yang sedang populer, sekaligus menyimbolkan pergeseran menuju milenium baru. Penampilan Anastacia memicu perasaan antusiasme yang memadukan kesan modern dengan ciri khas olahraga.

3. Il Divo & Toni Braxton – The Time of Our Lives

Edisi 2006 di Jerman menghadirkan "The Time of Our Lives" oleh Il Divo dan Toni Braxton. Lagu ini memadukan antara keindahan vokal dan harmoni yang megah, menciptakan kesan emosional yang kuat. Dalam konteks Piala Dunia, lagu ini justru mengingatkan para pendengar akan momen-momen penting dalam perjalanan tim yang memperebutkan trofi.

4. Shakira – Waka Waka (This Time for Africa)

Dalam Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Shakira mempersembahkan "Waka Waka (This Time for Africa)" yang menjadi fenomena global. Perpaduan antara Afro-pop dan musik Latin memicu semangat kebanggaan, sekaligus menembus batas budaya. Lagu ini tidak hanya menjadi anthem turnamen, tetapi juga membawa pengaruh besar ke dunia musik internasional.

5. Pitbull, Jennifer Lopez, Claudia Leitte – We Are One (Ole Ola)

Saat Piala Dunia 2014 di Brasil tiba, atmosfer pesta lokal dipersembahkan melalui "We Are One (Ole Ola)" yang dibawakan oleh Pitbull, Jennifer Lopez, dan Claudia Leitte. Lagu ini secara langsung menggambarkan kegembiraan masyarakat Brasil, sekaligus memperkuat identitas negara sebagai tuan rumah turnamen.

6. Nicky Jam, Will Smith, Era Istrefi – Live It Up

Edisi 2018 di Rusia meluncurkan "Live It Up" oleh Nicky Jam, Will Smith, dan Era Istrefi. Lagu ini mencerminkan keberagaman musik global, dengan sentuhan reggaeton, pop, dan hip-hop yang menjadi identitas generasi muda. Dengan alunan yang dinamis, lagu ini memperkuat semangat kebersamaan selama turnamen.

7. Jungkook & Fahad Al-Kubaisi – Dreamers

Untuk edisi 2022 di Qatar, FIFA memilih "Dreamers" yang dinyanyikan Jungkook dan Fahad Al-Kubaisi sebagai bagian dari rangkaian soundtrack. Lagu ini menggabungkan elemen musik modern dan tradisional, menciptakan kesan unik yang sesuai dengan lokasi penyelenggaraannya. Meski tidak menjadi anthem utama, lagu ini tetap menjadi penanda keberhasilan turnamen pertama di Timur Tengah.

Shakira Kembali Beraksi: Lagu 'Dai Dai' untuk Piala Dunia 2026

Sejarah soundtrack Piala Dunia kini kembali dibuka oleh penyanyi legendaris Shakira. Dalam edisi 2026 yang akan dihelat di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, lagu "Dai Dai" dipercaya sebagai anthem utama turnamen. Kolaborasi antara Shakira dan Burna Boy memastikan lagu ini mencerminkan keberagaman musik Afrika, Latin, dan pop modern.

"Lagu 'Dai Dai' dipercaya menjadi salah satu anthem utama turnamen dengan menampilkan kolaborasi antara Shakira dan Burna Boy." — MerahPutih.com

Dengan melodi yang menarik dan vokal yang bersemangat, "Dai Dai" tidak hanya menjadi pengiring pertandingan, tetapi juga membawa semangat generasi baru ke dalam kisah Piala Dunia. Lagu ini sekaligus mengingatkan dunia akan era "Waka Waka," yang tetap menjadi referensi dalam sejarah musik olahraga.

Kekuatan Lagu dalam Membentuk Kenangan

Sejak "El Rock del Mundial" hingga "Dai Dai," lagu resmi Piala Dunia berperan sebagai penghubung antara emosi pendengar dan momen-momen penting dalam turnamen. Setiap karya musik ini tidak hanya mencerminkan kebudayaan negara penyelenggara, tetapi juga menjadi cerminan dari semangat sepak bola yang terus berkembang.

Mengingat bahwa Piala Dunia tidak hanya kompetisi olahraga, tetapi juga perayaan kebersamaan, lagu-lagu tersebut memperkuat pengalaman emosional yang tak terlupakan. Dari "La Copa de la Vida" hingga "Dreamers," soundtrack Piala Dunia terus berubah seiring waktu, tetapi tetap menjadi bagian dari legenda sepak bola yang abadi.

Dengan memadukan nuansa musik yang berbeda, setiap lagu resmi Piala Dunia menjadi simbol budaya dan semangat khas dari era yang berlalu. Kehadiran mereka dalam memori kolektif membuktikan bahwa musik tidak hanya mengiringi pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari kisah sejarah yang hid