Polda Metro Jaya Konfirmasi Oknum Polri Terlibat Kasus Pabrik Narkoba di Semarang

Jakarta – Polda Metro Jaya mengonfirmasi adanya oknum Polri yang terlibat dalam penyitaan pabrik narkotika golongan I berupa tablet Zenith dengan skala besar di wilayah Kecamatan Mijen, Semarang, Jawa Tengah. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa oknum tersebut berpangkat Bharaka dengan inisial P. “Benar, dan perannya masih dalam investigasi, mohon waktu,” ujarnya dalam pernyataan resmi di Jakarta, Selasa.

“Benar dan masih didalami peran sertanya, mohon waktu ya,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Dalam operasi penyitaan ini, dua orang telah ditahan sementara delapan lainnya menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap industri narkoba rumahan yang bersembunyi di Semarang. Budi mengatakan investigasi dimulai dari laporan masyarakat tentang adanya peredaran obat berbahaya di Jakarta Barat.

“Melalui serangkaian penyelidikan dan pengintaian, petugas mula-mula mengamankan seorang pria berinisial P di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, dengan barang bukti 120.000 butir Zenith,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan keterangan awal, P diduga berperan sebagai kurir yang dipercayakan oleh tersangka utama berinisial D, yang memimpin produksi narkoba dari luar kota. Setelah itu, tim gabungan langsung bergerak ke Semarang untuk melakukan pengejaran. Pada Kamis (9/4), petugas berhasil menangkap D di rumahnya dan menemukan gudang yang berubah fungsi menjadi laboratorium produksi.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Di lokasi tersebut, polisi menyita 186.000 butir tablet Zenith siap edar serta 1,83 ton bahan baku prekursor yang siap dicetak menjadi jutaan butir obat terlarang,” kata Budi.

Budi menegaskan bahwa tujuan utama operasi ini bukan hanya nilai materiil, tetapi juga dampak keselamatan publik. “Keberhasilan menggagalkan peredaran lebih dari 4,3 juta butir Zenith ini secara langsung menyelamatkan minimal 4,3 juta jiwa anak bangsa dari risiko kerusakan saraf permanen hingga kematian,” ujarnya.