Mengenal Pulau Terlarang Iran “Kharg” yang Dibombardir Trump

Jakarta, CNBC Indonesia – Donald Trump, presiden Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa ia telah melakukan serangan udara ke Pulau Kharg, tempat pengelolaan kebanyakan ekspor minyak Iran, pada Jumat. Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyatakan pulau itu “benar-benar hancur” akibat “salah satu serangan bom paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah.” Video serangan tersebut juga dipublikasikan di media sosial yang sama, menampilkan kerusakan pada fasilitas bandara dan landasan pacu Kharg.

Seorang pejabat militer AS mengatakan serangan dianggap berskala besar, namun fokusnya terarah pada fasilitas militer dan bukan langsung menghancurkan infrastruktur minyak. “Target termasuk fasilitas penyimpanan ranjau laut, bunker rudal, dan infrastruktur militer lainnya,” tambah pejabat itu kepada CNN International. Serangan ini menjadi peningkatan terbaru dari perang AS-Israel terhadap Iran, yang dimulai 28 Februari dan menyebabkan kematian Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Sebagai balasan, Angkatan Laut AS diberitakan akan segera mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz, perairan yang menyumbang 20% ekspor global minyak. Penutupan selat ini oleh Iran sebelumnya memicu lonjakan harga minyak mentah. Kharg, yang berlokasi sekitar 25 km dari pantai Iran di Teluk Persia, dikenal sebagai “Pulau Terlarang” karena kontrol militer yang ketat. Ukurannya hanya sekitar 20 km, sepadan dengan sepertiga Manhattan, AS.

Jantung Minyak Iran

Pulau Kharg merupakan pusat distribusi minyak vital bagi Iran. Dokumen CIA tahun 1984 menyebutkan fasilitas ini sebagai “yang paling penting dalam sistem minyak Iran,” dengan operasionalnya berperan besar dalam stabilitas ekonomi negara. Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, menyatakan hancurkan terminal ini akan “melumpuhkan perekonomian Iran” dan “menggulingkan rezim” saat ini.

Setiap hari, sekitar 3,3 juta barel minyak mentah dan 1,3 juta barel kondensat serta cairan lainnya diproduksi Iran, dengan sebagian besar dikirim ke Kharg. Menurut data satelit, pulau ini memiliki dermaga panjang yang mampu menampung kapal tanker besar. Sementara itu, kapasitas penyimpanannya diperkirakan 30 juta barel, dengan 18 juta barel minyak mentah yang saat ini tersimpan di sana.

Dalam beberapa minggu sebelum serangan, ekspor dari Kharg mencapai rekor tertinggi, menurut catatan JP Morgan yang dilaporkan Reuters. Setelah perang pecah, pulau ini terus memuat kapal tanker “tanpa henti” berdasarkan data dari TankerTrackers. Iran sendiri memasok sekitar 4,5% minyak global, tetapi Kharg menjadi titik kritis dalam distribusinya.

Apa Dampak Serangan?

“Serangan ini berubah dari sekadar ‘menghancurkan militer’ menjadi upaya ‘mengguncang sumber kehidupan ekonomi Iran,’ berpotensi menyebabkan respons lebih keras,” kata mantan Brigadir Jenderal Angkatan Darat AS, Mark Kimmitt.

Kimmitt menambahkan bahwa AS menyandera pulau ini untuk memastikan Iran mengizinkan kapal melewati Selat Hormuz, yang sebelumnya ditutup. Jika infrastruktur minyak terus disasar, Iran berpotensi menyerang fasilitas energi di kawasan Timur Tengah lainnya. Hingga kini, Iran telah menargetkan tangki penyimpanan di Oman dan Bahrain, serta kapal tanker dan kargo di Teluk Persia sebagai pembalasan.