TOP 5: Petinggi Iran Ali Khamenei Gugur hingga MUI Minta Indonesia Keluar dari BoP
Jakarta, IDN Times – Serangan rudal yang menargetkan Iran menjadi berita utama di IDN Times pada Minggu (1/3/2026). Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dikabarkan gugur akibat serangan militer yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel. Kabar ini disampaikan oleh kantor berita Iran, Tasnim dan Fars, yang dilaporkan oleh Al Jazeera pada hari yang sama.
Dalam pernyataannya, Fars menyebutkan pemerintah Iran telah mengumumkan masa berkabung nasional sepanjang 40 hari, serta mengizinkan tujuh hari libur umum sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh utama. Selain itu, berita lain seperti desakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar Indonesia meninggalkan BoP, daftar hotline KBRI di Timur Tengah, serta imbauan Kemenhaj soal penundaan umrah, juga menjadi topik populer.
Peringatan dari MUI
Kutukan terhadap serangan AS-Israel terhadap Iran disampaikan oleh MUI. Menurut keterangan dari Ketua Umum MUI, Anwar Iskandar, tindakan tersebut dinilai bertentangan dengan UUD 1945. “MUI menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akibat serangan Israel-Amerika,” katanya dalam pernyataan resmi, Minggu (1/3/2026).
“MUI menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sebagai akibat serangan Israel-Amerika,” ujar Anwar Iskandar dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).
Langkah Pemerintah Indonesia
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bersama duta besar di Timur Tengah memperkuat komunikasi dengan WNI yang berada di daerah rentan konflik. Hal ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan warga negara Indonesia. Kemlu juga mengimbau masyarakat tidak perlu cemas dan tetap waspada terhadap dinamika keamanan.
Selain itu, Kemenhaj RI memberikan instruksi penundaan keberangkatan jemaah umrah yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil berdasarkan prinsip kehati-hatian. “Langkah penundaan ini bertujuan menjaga keselamatan dan perlindungan warga negara Indonesia,” tegasnya.
“Langkah imbauan penundaan ini murni didasari oleh prinsip kehati-hatian demi menjamin keselamatan dan pelindungan warga negara Indonesia,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak.
Potensi Dampak Ekonomi
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memperingatkan bahwa tekanan ekonomi global bisa meningkat karena konflik di Timur Tengah. Menurutnya, penutupan Selat Hormuz akan berdampak langsung pada rantai pasok dan kenaikan harga.
“Ekonomi global, tekanannya pasti akan terjadi karena perang yang terjadi saat ini. Terutama kalau nanti Selat Hormuz ditutup, dampaknya akan langsung terhadap supply chain dan harga-harga pasti mengalami kenaikan,” ujar Pramono di Jakarta Utara, Minggu (1/3/2026).
Selengkapnya dapat dibaca di sini!

