KitaBersedekah
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pengangkatan Guru Kembali ke Pemerintah Pusat, Prabowo Janjikan Rekrut Dari Kampus Terbaik

Published September 17, 2026 · Updated September 17, 2026 · By Rizki Lestari - kitabersedekah.com

Foto : Rizki Lestari - kitabersedekah.com

Pemerintah Siapkan Pembenahan Rekrutmen Guru dan Percepatan Digitalisasi Kelas

Kitabersedekah.com – Presiden RI Prabowo Subianto menempatkan perbaikan kualitas guru sebagai salah satu bagian penting dalam agenda pembenahan pendidikan nasional. Pemerintah juga sedang mengkaji kemungkinan mengembalikan kewenangan pengangkatan guru ke pemerintah pusat agar proses seleksi dapat dijalankan dengan standar yang lebih seragam, objektif, dan berorientasi pada kebutuhan sekolah.

Gagasan tersebut muncul dari perhatian terhadap tantangan yang terjadi setelah kewenangan rekrutmen tenaga pendidik banyak berada di tingkat daerah. Desentralisasi sendiri lahir dari semangat demokratisasi dan memiliki tujuan yang baik. Namun, penerapannya menuntut pengawasan yang kuat agar setiap pengangkatan tetap mengutamakan kompetensi calon guru serta kebutuhan nyata di satuan pendidikan.

Prabowo menekankan bahwa pendidikan tidak dapat dibangun dengan proses seleksi yang dipengaruhi hubungan pribadi ataupun kepentingan politik. Sekolah memerlukan pendidik yang memiliki kemampuan memadai, ditempatkan sesuai kebutuhan, serta mampu memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Rekrutmen Objektif Menjadi Fondasi

Pembahasan mengenai pengangkatan guru oleh pemerintah pusat diarahkan pada pembentukan sistem yang lebih terukur. Dalam kerangka ini, kualitas akademik, kemampuan mengajar, kebutuhan tenaga pendidik di sekolah, dan pemerataan penempatan menjadi unsur yang perlu diperhatikan secara bersamaan.

Langkah tersebut juga berkaitan dengan persoalan kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah. Tidak semua sekolah memiliki akses yang sama terhadap guru berkualitas. Karena itu, kebijakan rekrutmen tidak hanya berbicara tentang jumlah pengajar, melainkan juga tentang kemampuan menghadirkan tenaga pendidikan yang sesuai di sekolah-sekolah yang paling membutuhkan.

Perbaikan rekrutmen dipandang sebagai pekerjaan jangka panjang. Hasilnya tidak akan terlihat hanya dari satu proses pengangkatan, sebab kualitas pendidikan juga dipengaruhi pembinaan guru, lingkungan belajar, ketersediaan bahan ajar, serta dukungan yang diterima siswa dan sekolah.

Pelatihan Guru Tetap Diperlukan

Sambil menata sistem yang lebih mendasar, pemerintah mempertimbangkan sejumlah langkah peningkatan kemampuan bagi guru yang telah bertugas. Kursus, penataran, dan program pengembangan kompetensi dapat menjadi jembatan agar tenaga pendidik mengikuti perubahan metode pembelajaran maupun perkembangan teknologi pendidikan.

Upaya ini penting karena peran guru terus berkembang. Mereka tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membantu siswa memahami pelajaran, membangun kebiasaan belajar, dan memanfaatkan sumber belajar secara tepat. Penguatan kemampuan mengajar perlu berjalan seiring dengan pemahaman terhadap teknologi yang semakin hadir di ruang kelas.

Pembinaan yang berkelanjutan juga dapat membantu guru menyesuaikan cara mengajar dengan kondisi siswa. Setiap sekolah menghadapi kebutuhan berbeda, sehingga peningkatan kompetensi sebaiknya memberi ruang bagi guru untuk menerapkan pendekatan yang relevan tanpa mengabaikan standar pendidikan.

Digitalisasi sebagai Jalan Percepatan

Selain peningkatan kualitas tenaga pendidik, digitalisasi kelas menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk mempercepat pengurangan kesenjangan pendidikan. Fasilitas pembelajaran digital diharapkan dapat memperluas akses siswa terhadap materi yang menarik dan lebih mudah dipahami, sekaligus memberi kesempatan bagi guru untuk memperkaya cara mengajar.

Dalam konteks sekolah yang masih kekurangan pendidik berkualitas, teknologi dapat berfungsi sebagai pendukung pembelajaran. Materi digital dapat membantu siswa mempelajari beragam topik, termasuk berhitung dan aritmatika, dengan penyajian yang lebih interaktif. Bagi guru, sumber belajar tersebut dapat menjadi sarana untuk memperbarui pengetahuan dan mengembangkan metode pengajaran.

“Karena itulah saya mau lompat. Ini kesulitan, makanya saya taruh digitalisasi kelas-kelas itu semua, supaya nanti guru-guru yang kurang mampu bisa juga belajar dari situ. Dan anak-anak yang kurang mampu, tertarik belajar dari situ. Berhitung, aritmatika, dan sebagainya. Ini salah satu langkah saya untuk lompat,” kata Presiden.

Meski demikian, digitalisasi bukan pengganti guru. Teknologi dapat memperluas bahan ajar dan membantu proses belajar, tetapi kehadiran pendidik tetap menentukan dalam membimbing siswa, memahami kesulitan mereka, serta menciptakan suasana belajar yang manusiawi dan terarah.

Rekrut Lulusan Kampus Terbaik untuk Sekolah Tertinggal

Prabowo juga mengungkapkan rancangan program percepatan yang melibatkan lulusan perguruan tinggi terbaik dari berbagai bidang ilmu. Mereka direncanakan untuk membantu sekolah-sekolah yang berada dalam kondisi paling tertinggal. Program ini diarahkan sebagai dorongan tambahan untuk memperkuat kualitas pembelajaran di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih besar.

Keterlibatan lulusan dari beragam disiplin ilmu dapat memperluas dukungan bagi sekolah. Penguatan pendidikan tidak hanya terkait pengajaran mata pelajaran tertentu, tetapi juga kemampuan membangun minat belajar, mengenalkan cara berpikir sistematis, dan membuka pengalaman belajar yang lebih kaya bagi siswa.

Alternatif lain yang disiapkan ialah penugasan singkat bagi aparatur sipil negara yang sudah bekerja. Penempatan ini dapat berlangsung selama dua atau tiga minggu, dengan pelaksanaan yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan kondisi daerah. Pola penugasan tersebut dapat memberi dukungan tambahan tanpa mengabaikan karakteristik tiap wilayah.

Kesejahteraan Guru Tetap Menjadi Perhatian

Pembenahan pendidikan tidak berhenti pada seleksi dan pelatihan. Presiden menegaskan kesejahteraan guru juga harus terus diperbaiki. Guru memegang peran langsung dalam kehidupan belajar siswa setiap hari, sehingga dukungan terhadap profesi ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari peningkatan mutu pendidikan.

Dengan rekrutmen yang lebih objektif, pengembangan kompetensi yang berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, serta perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik, pemerintah berharap dapat membangun sistem pendidikan yang lebih kuat. Kajian mengenai pengembalian kewenangan pengangkatan guru ke tingkat pusat menjadi salah satu langkah dalam upaya tersebut, dengan tujuan akhir menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan lebih merata bagi siswa di berbagai daerah.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pengangkatan Guru Kembali ke Pemerintah Pusat?

Pengangkatan Guru Kembali ke Pemerintah Pusat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pengangkatan Guru Kembali ke Pemerintah Pusat matter?

Pengangkatan Guru Kembali ke Pemerintah Pusat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.