Special Plan: Pengosongan Hotel Sultan Dimulai PPKGBK Targetkan Rampung Sebulan
Pengosongan Hotel Sultan Dimulai PPKGBK, Targetkan Rampung Dalam Sebulan
Special Plan - Proses pengosongan eks Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, mulai berjalan pada Rabu, 24 Juni 2026. Aktivitas ini diawali dengan pekerja mengangkut barang-barang yang telah dikemas dari bangunan tersebut ke dalam truk. Kawasan GBK, yang merupakan salah satu pusat aktivitas dan kultur Jakarta, kini menjadi saksi perubahan besar setelah langkah penataan aset diambil oleh Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK).
Sebagai bagian dari strategi penataan ruang dan pengelolaan kawasan, PPKGBK melakukan pengosongan secara bertahap untuk memastikan semua barang bisa dipindahkan tanpa gangguan. Dalam foto yang diunggah, terlihat pekerja sibuk memasukkan peralatan, furnitur, serta perlengkapan dari dalam gedung ke dalam truk. Proses ini melibatkan beberapa tim kerja dan armada pengangkut yang disiapkan khusus untuk menyelesaikan tugas dalam jangka waktu yang terbatas.
Targetkan Sebulan untuk Selesaikan Pengosongan
Menurut rencana, seluruh isi eks Hotel Sultan akan selesai dikosongkan dalam waktu satu bulan. Hal ini dilakukan agar pengembangan kawasan GBK bisa berjalan lancar, termasuk untuk menyiapkan area tersebut sebagai fasilitas baru. PPKGBK menyatakan bahwa langkah ini tidak hanya mengoptimalkan penggunaan lahan, tetapi juga mengurangi risiko penumpukan barang di sekitar gedung yang sebelumnya menjadi masalah bagi warga sekitar.
Pengosongan dilakukan secara terstruktur, dengan pembagian tugas yang jelas. Tim pekerja dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menangani pengumpulan dan pengangkutan barang, sementara armada truk siap mengantarkan ke lokasi tujuan. Selain itu, pihak pengelola juga memastikan keamanan selama proses tersebut berlangsung, termasuk mengatur lalu lintas di sekitar area dan meminimalkan gangguan terhadap aktivitas warga.
Sejarah dan Peran Hotel Sultan di GBK
Ex Hotel Sultan, yang pernah menjadi landmark kota Jakarta, memiliki sejarah panjang sebagai tempat penginapan dan kegiatan komunitas. Sejak lama, bangunan ini menjadi bagian dari kawasan GBK yang dianggap sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya. Namun, seiring waktu, kondisi bangunan mulai menurun, sehingga PPKGBK mengambil keputusan untuk mengosongkannya.
Pengosongan ini juga menjadi tanda bahwa eks Apartemen dan Hotel Sultan akan mengalami perubahan fungsi. Meski sebagian besar isi bangunan sudah dipindahkan, masih ada beberapa area yang akan digunakan untuk penyesuaian atau pengembangan lebih lanjut. PPKGBK menjelaskan bahwa proses ini adalah bagian dari upaya menyeluruh untuk merevitalisasi kawasan GBK, yang juga melibatkan pengelolaan bangunan lain di sekitarnya.
Dalam proses pengosongan, PPKGBK memperhatikan detail-detal kecil agar tidak ada kerusakan pada barang yang diangkut. Misalnya, peralatan elektronik dan furnitur keramik dibungkus dengan rapi sebelum diangkut, sementara barang-barang besar diatur secara terpisah untuk memastikan efisiensi. Selain itu, ada juga tim inspeksi yang berjaga di setiap tahap untuk memantau pelaksanaan secara berkala.
Aktivitas ini diharapkan bisa menyelesaikan masalah penumpukan barang yang sebelumnya mengganggu tata kota. PPKGBK juga menargetkan bahwa hasil dari pengosongan akan digunakan untuk membangun infrastruktur baru yang lebih modern dan layak. Selain itu, kawasan GBK dianggap sebagai lokasi strategis untuk menarik investasi dan pengunjung wisatawan, sehingga perubahan ini diharapkan memberikan dampak positif dalam jangka panjang.
Tahapan yang Dibagi Menjadi beberapa Fase
PPKGBK membagi proses pengosongan menjadi beberapa tahapan agar tidak terjadi gangguan berlebihan. Tahap pertama adalah pembersihan dan pengepakan barang, dilanjutkan dengan pengangkutan menggunakan truk-truk besar. Tahap selanjutnya adalah penyelesaian pembersihan akhir, termasuk mengosongkan ruang-ruang kosong yang masih ada di dalam gedung.
Dalam proses tersebut, PPKGBK juga bekerja sama dengan perusahaan pengangkutan ternama untuk memastikan semua barang sampai ke tempat tujuan secara tepat. Angka estimasi jumlah barang yang dipindahkan diperkirakan mencapai ratusan kotak, yang terdiri dari berbagai jenis perlengkapan dan furniture. Selain itu, ada juga alat-alat khusus yang digunakan untuk memindahkan barang yang sensitif, seperti peralatan elektronik dan barang berharga.
PPKGBK menyatakan bahwa pengosongan ini tidak hanya untuk memperbaiki tata kota, tetapi juga untuk menciptakan ruang yang lebih luas bagi pengembangan kawasan. Dengan adanya pengosongan, kawasan GBK diharapkan bisa menjadi lebih ramah lingkungan dan memudahkan akses bagi masyarakat. Selain itu, pihak pengelola juga memperkirakan bahwa hasil dari aktivitas ini akan digunakan untuk proyek-proyek lain yang sesuai dengan visi kota Jakarta.
Foto: MP/Didik Setiawan
Proses pengosongan Hotel Sultan menjadi salah satu langkah penting dalam transformasi kawasan GBK. Di samping itu, PPKGBK juga memberikan penjelasan bahwa langkah ini berjalan sesuai dengan rencana awal dan tidak mengganggu kegiatan sehari-hari di sekitar area. Kehadiran pekerja dan armada truk yang berjalan sehari-hari mencerminkan komitmen pihak pengelola untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
Pengosongan ini juga menjadi bahan perbincangan di media sosial, dengan masyarakat menaruh harapan besar untuk kemajuan kawasan GBK. Beberapa warga mengapresiasi langkah PPKGBK yang terencana, sementara yang lain menunggu untuk melihat hasil akhir dari perubahan tersebut. Dengan selesainya pengosongan dalam waktu sebulan, eks Hotel Sultan akan menjadi bagian dari proyek baru yang berpotensi meningkatkan nilai ekonomi kawasan.
PPKGBK menegaskan bahwa seluruh pekerjaan akan diawasi secara ketat untuk memastikan tidak ada kesalahan. Adanya pengosongan diharapkan juga memudahkan pembangunan infrastruktur yang baru, seperti tempat parkir, fasilitas publik, atau area rekreasi. Proses ini menunjukkan komitmen PPKGBK untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan pengunjung kawasan GBK.
Kehadiran eks Hotel Sultan di GBK telah lama menjadi simbol kesan masa lalu, namun kini berubah menjadi bagian dari proyek pengembangan masa depan. Dengan selesainya pengosongan dalam waktu satu bulan, kawasan ini akan memiliki tampilan yang lebih bersih dan terorganisir. Seluruh proses dilakukan secara profesional, memastikan bahwa setiap barang diangkut dengan aman dan tidak ada kerusakan selama transportasi.
Masyarakat sekitar menunggu dengan antusias untuk melihat bagaimana hasil dari pengosongan ini akan berdampak pada kehidupan sehari-hari. Beberapa di antaranya mengatakan bahwa kehadiran eks Hotel Sultan