HMPN optimistis masyarakat tak akan terprovokasi makar pada pemerintah

Jakarta – Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Nusantara (HMPN) yakin publik tidak akan terpengaruh untuk mengambil langkah ekstrem terhadap pemerintahan yang sah. “Pemerintahan Prabowo Subianto baru saja memasuki periode 1,5 tahun dan sedang berupaya mewujudkan berbagai program peningkatan kesejahteraan rakyat di tengah tantangan geopolitik serta fiskal,” jelas Ketua Umum HMPN Astra Tandang dalam diskusi publik di Jakarta, Senin.

Sebelumnya, dugaan ajakan makar terhadap pemerintah diperkenalkan oleh Saiful Mujani dan tayang di kanal YouTube. Pernyataan ini telah banyak dilaporkan ke polisi oleh berbagai pihak. Dengan demikian, Astra menekankan perlunya semua elemen kembali ke prinsip demokrasi dan menghormati hasil pemilu.

“Hal ini bisa juga dilihat sebagai refleksi kekecewaan terhadap partai politik yang dinilai belum optimal menghadirkan oposisi yang kuat dalam suasana politik kita saat ini,” tambahnya.

Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Josephine Simanjuntak menginginkan ruang kebebasan sipil tetap terbuka lebar. Namun, ia meminta kasus kekerasan terhadap aktivis kemanusiaan dan hak asasi manusia (HAM) tidak boleh terulang lagi.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Kebebasan yang ada jangan sampai mengganggu kepentingan umum dengan menyebarkan narasi yang menimbulkan provokasi,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, jurnalis senior Asri Hadi menyoroti pentingnya mengungkap aktor intelektual di balik serangan terhadap aktivis HAM, yakni Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Dirinya menekankan perlunya investigasi menyeluruh agar tidak merusak citra institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara keseluruhan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan bahwa penyelidikan terhadap laporan Saiful Mujani tentang dugaan ajakan makar masih berlangsung. “Ini masih kami lakukan pendalaman terkait laporan polisi,” katanya di Jakarta, Jumat (10/4). Budi mengungkapkan jumlah laporan terkait kasus tersebut telah bertambah menjadi dua, meski tidak menjelaskan siapa pelapor.