AMP
KitaBersedekah
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Profil Dadan Hindayana yang Bu Dicopot dari Posisi Kepala BGN

Published Juni 2, 2026 · Updated Juni 2, 2026 · By Rafi Nugroho

Profil Dadan Hindayana yang Bu Dicopot dari Posisi Kepala BGN

Latest Program - Pada Selasa (2/6), Presiden Prabowo Subianto secara resmi melakukan pergantian jabatan di Badan Gizi Nasional (BGN). Dadan Hindayana, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala BGN, dipindahkan dari posisinya tersebut. Penggantinya adalah Nanik S Deyang, mantan wakil kepala BGN yang kini menangani tugas baru. Pergantian ini diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

"Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo Hadi dalam pernyataannya.

Dalam pemberhentian ini, Presiden juga mengakhiri masa jabatan dua wakil kepala BGN, yaitu Brigjen Pol. Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung. Pergantian kepemimpinan di lembaga tersebut menunjukkan perubahan strategis dalam pengelolaan program-program terkait peningkatan gizi nasional.

Profil Dadan Hindayana

Dadan Hindayana, seorang tokoh akademisi yang telah melalui perjalanan karier panjang, berasal dari Garut, Jawa Barat. Ia dilahirkan pada tahun 1967 dan menyelesaikan studi Sarjana Pertanian di Universitas IPB pada 1990. Saat itu, Dadan menjadi salah satu dari sedikit lulusan terbaik di bidang hama dan penyakit tumbuhan, menunjukkan prestasi akademik yang mencolok sejak awal kariernya.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Dadan melanjutkan studi ke tingkat doktor. Ia memperoleh gelar magister di bidang entomologi terapan dari Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover, Jerman, pada periode 1997 hingga 2000. Selama masa studi, ia aktif menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan di berbagai jurnal nasional dan internasional, menambah kemampuan akademiknya dalam bidang kesehatan tanaman.

Kariernya di Lingkungan Akademis

Dadan memulai karier profesor di Departemen Proteksi Tanaman IPB sejak tahun 1992. Di sana, ia tidak hanya menjalankan tugas mengajar dan penelitian, tetapi juga memegang beberapa jabatan strategis. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang IPB, sebuah posisi yang menuntut keterampilan kepemimpinan dan pengelolaan sumber daya kampus.

Berikutnya, Dadan menempati posisi Direktur Ad Interim Direktorat Kerja Sama IPB, memperluas jaringan kerja dengan institusi luar negeri. Ia juga diberikan tanggung jawab sebagai Sekretaris Kantor Persiapan Implementasi Otonomi IPB, sebuah peran yang terkait erat dengan transformasi administratif universitas tersebut. Perjalanan karier akademiknya menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan riset di bidang pertanian.

Pengalaman di Sektor Pertanian

Di luar lingkungan kampus, Dadan Hindayana juga berkontribusi dalam sektor pertanian melalui peran sebagai kepala Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPK) Banau di Halmahera Barat. Jabatan ini ia emban selama periode 2014 hingga 2022, di mana ia berusaha memperkuat kompetensi penyuluh pertanian di daerah paling ujung Indonesia. Di sana, ia mengembangkan program pendidikan yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang manajemen nutrisi tanaman dan pengendalian penyakit.

Dadan dikenal sebagai pakar yang memiliki pengalaman luas dalam mengatasi tantangan pertanian. Kontribusinya di STPK Banau mencakup penerapan metode pengajaran inovatif dan kolaborasi dengan petani lokal untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan. Pengalamannya sebagai penyuluh ternyata membawa perhatian publik, sebelum akhirnya ia dipercaya mengemban tugas lebih besar di tingkat pemerintahan.

Peran di Pemerintahan

Puncak karier Dadan di pemerintahan terjadi pada 2024, ketika ia diangkat sebagai Kepala BGN. Dalam posisi ini, ia bertanggung jawab atas berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan gizi dan pemberdayaan sumber daya manusia. Kepemimpinan Dadan dinilai mampu mengintegrasikan pengetahuan akademiknya dengan pengalaman lapangan, sehingga program-program BGN menjadi lebih efektif dan relevan.

Karier Dadan Hindayana menunjukkan transformasi dari akademisi menjadi pemimpin pemerintahan yang berpengaruh. Sejak duduk di BGN, ia berupaya memperbaiki sistem distribusi bahan pangan, mengatasi masalah stunting di kalangan anak-anak, dan meningkatkan kesadaran tentang nutrisi pada keluarga miskin. Upaya-upaya ini menggambarkan visi pemerintah dalam menangani isu kesehatan masyarakat secara holistik.

Dengan keahlian di bidang hama dan penyakit tumbuhan, Dadan Hindayana mampu menyusun strategi yang menggabungkan ilmu pengetahuan dengan kebijakan publik. Pemimpin muda ini diharapkan menjadi contoh bagaimana akademisi dapat berkontribusi pada kebutuhan sosial yang lebih luas. Meski kini ia mengisi posisi baru, kontribusi yang telah diberikan selama masa kepemimpinannya di BGN akan terus diingat sebagai bagian dari sejarah reformasi pertanian dan gizi nasional.

Pergantian kepala BGN menimbulkan banyak spekulasi mengenai arah kebijakan yang akan diambil oleh Nanik S Deyang. Namun, keberhasilan program-program yang dijalankan Dadan menjadi dasar untuk menilai kinerja baru. Dengan pengalaman yang terbukti, Dadan Hindayana diperkirakan akan tetap menjadi referensi dalam sektor pertanian, meski kini posisinya bergeser ke lingkungan yang berbeda.