Prabowo Perintah Kepada Kementerian: Bersihkan Diri atau Akan Dibersihkan

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden RI Prabowo Subianto mengajak seluruh menteri dan kepala lembaga untuk memastikan institusi mereka bebas dari praktik penyimpangan. Ia mengungkapkan instruksi ini secara langsung kepada para ajudannya. “Jadi, saya memberi tahu semua teman-teman di berbagai lembaga, bersihkan dirimu sendiri atau nanti kamu akan dibersihkan,” ujar Prabowo dalam diskusi dengan jurnalis dan ahli, seperti yang dikutip dari video yang dibagikan Sekretariat Presiden, Minggu (22/3/2026).

Contoh Kinerja Menteri PU dan Pajak

Menurut Prabowo, setelah memberikan arahan tersebut, sejumlah menterinya langsung menerapkannya. Ia memberi contoh Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodomeski, yang meski memiliki sifat lembut, tetapi tegas dalam menegakkan disiplin di lingkungan kerjanya. “Kalau lihat menteri PU saya sekarang, Dody, orangnya baik, tapi kalau ada yang ingin bermain-main, dia langsung pecat dua direktur jenderal,” tambahnya.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Kita harus benahi governance kita, ya kan. Hal-hal seperti kecenderungan menipu, selundup, atau under-invoicing harus diperbaiki secara bertahap,” kata Prabowo.

Dalam sektor penerimaan pajak, Prabowo menunjukkan tren peningkatan yang signifikan setelah Direktorat Jenderal Pajak mengalami pembersihan. “Januari, Februari, dan Maret lalu, ada kenaikan sekitar 30 persen, dan harapan saya ini bisa terus bertahan,” ungkapnya.

Upaya Perbaikan Bea Cukai

Presiden Prabowo juga menyebut perlu melakukan reformasi terhadap Bea Cukai. “Sekarang institusi Bea Cukai harus kita bersihkan juga. Semua lembaga pemerintah perlu diperbaiki,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya supremasi hukum dan manajemen pemerintahan yang transparan. Prabowo juga mengingatkan bahwa rakyat Indonesia masih banyak yang hidup sederhana dan terbatas. “Oleh karena itu, kekayaan alam serta sumber daya manusia harus dimanfaatkan secara optimal,” imbuhnya.

“Jika kita bisa memberdayakan mereka, kita bisa memperkuat ekonomi dengan dana yang tersedia, bayangkan pertumbuhan yang mungkin terjadi,” ujar Prabowo.

Pernyataan tentang Janji Kekayaan Nasional

Prabowo menyatakan tidak pernah menjanjikan sumbangan 1 miliar dolar untuk Board of Peace. Ia memastikan prioritas tetap diberikan pada kepentingan bangsa dan negara.