KAI Tingkatkan Layanan dan Keselamatan melalui Transformasi Digital Berbasis 5G dan AI

Jakarta – Dalam upaya meningkatkan kapasitas layanan perkeretaapian, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengambil langkah strategis dengan meneken Perjanjian Kerja Sama (MoU) bersama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) dan Huawei. Acara ini diadakan di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, pada Rabu (15/4). Kolaborasi tersebut bertujuan membangun infrastruktur transportasi yang lebih canggih, terintegrasi, dan mengandalkan teknologi digital modern.

Penekanan pada Tiga Aspek Utama

Transformasi digital yang dijalankan KAI fokus pada tiga bidang utama. Pertama, pengembangan jaringan operasional kereta api yang lebih stabil dan cepat, berbasis teknologi 5G. Ini memungkinkan pengendalian perjalanan serta komunikasi yang lebih akurat. Kedua, pengenalan internet berkecepatan tinggi dan fasilitas streaming video di dalam kereta, yang memberikan kepuasan tambahan kepada penumpang. Ketiga, konversi stasiun menjadi smart station dengan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), untuk memaksimalkan efisiensi operasional dan meningkatkan kualitas pelayanan secara real-time.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi KAI dalam meningkatkan standar layanan transportasi di Indonesia. Dengan 5G dan AI, kami mempercepat respons operasional, memperkuat komunikasi, serta membuka ruang untuk layanan digital selama perjalanan. Ini adalah langkah penting menuju perusahaan perkeretaapian yang berkelas dunia,” ungkap Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.

Penandatanganan MoU ini menandai awal dari implementasi konkrit transformasi KAI. Teknologi Future Railway Mobile Communication System (FRMCS) dan AI akan digunakan untuk beralih dari sistem komunikasi tradisional ke ekosistem digital yang lebih terpadu. Tujuan utamanya adalah memastikan keselamatan operasional, meningkatkan kinerja kereta, serta menyajikan layanan yang lebih sesuai dengan harapan masyarakat.

Sebagai hasil dari upaya ini, KAI Group mencatatkan peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang selama Januari hingga Maret 2026. Total pelanggan mencapai 128.055.072, naik 9,97% dibandingkan 116.451.006 pada triwulan yang sama tahun sebelumnya. Bobby Rasyidin menilai angka ini mencerminkan peningkatan kepercayaan publik terhadap layanan kereta api.

Layanan KA Jarak Jauh dan Lokal mengalami pertumbuhan 18,40% dengan 14.515.350 penumpang, dibandingkan 12.261.632 pada Triwulan I 2025. KAI Commuter mencatatkan peningkatan 8,11% menjadi 101.382.889 pelanggan, sementara LRT Jabodebek naik 22,10% ke 7.754.946 penumpang. Layanan KAI Bandara, LRT Sumsel, dan Whoosh juga meningkat masing-masing sebesar 8,48%, 7,38%, dan 4,07%. KA Makassar–Parepare mencatatkan lonjakan terbesar, naik 66,45% ke 75.421 penumpang. Sementara KAI Wisata mengalami pertumbuhan luar biasa sebesar 110,10% menjadi 78.134 pelanggan.

Bobby Rasyidin menegaskan bahwa transformasi ini bertujuan menghubungkan seluruh aspek operasional, layanan, serta pengalaman penumpang dalam satu ekosistem yang terintegrasi. “Kami sedang mendorong KAI menjadi operator perkeretaapian yang andal, cepat, dan berorientasi data,” tuturnya.