AMP
KitaBersedekah
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Strategy: Ahli Gizi Indonesia Unjuk Inovasi Lewat SOYJOY Nutrition Award 2026

Published Juni 21, 2026 · Updated Juni 21, 2026 · By Rafi Nugroho

Ahli Gizi Indonesia Hadirkan Solusi Inovatif Melalui Penghargaan SOYJOY Nutrition Award 2026

Key Strategy - Di Le Méridien Hotel Jakarta pada hari Sabtu, 20 Juni 2026, PT Amerta Indah Otsuka kembali mengadakan acara keempat dari SOYJOY Nutrition Award (SNA). Kegiatan ini mengusung tema "Nutrition for Healthier Future" dan menarik partisipasi hampir 500 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Dalam acara tersebut, 213 program gizi dari berbagai sektor dinilai oleh panel juri profesional. Acara ini menjadi ajang untuk mengapresiasi kontribusi ahli gizi dalam memajukan kesehatan masyarakat melalui inisiatif yang kreatif dan berdampak luas.

Penghargaan untuk Program Terpilih

Pada penyelenggaraan tahun ini, tiga program terbaik dianugerahkan berdasarkan kriteria kategori tertentu. Mereka terpilih sebagai pemenang Best Impact Program, Best Innovation Program, dan Most Inspiring Program. Setiap kategori menggambarkan kontribusi unik ahli gizi dalam memperkuat sistem gizi nasional, baik melalui perubahan perilaku masyarakat, teknologi baru, maupun inisiatif yang memotivasi.

Konteks Tantangan Gizi Nasional

Penghargaan SOYJOY Nutrition Award 2026 berlangsung di tengah situasi gizi Indonesia yang masih menghadapi masalah kompleks. Menurut laporan UNICEF dan WHO, negara ini sedang mengalami "triple burden of malnutrition", yaitu kombinasi tiga tantangan sekaligus: kekurangan gizi, kelebihan berat badan, serta defisiensi mikronutrien. Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya peran ahli gizi dalam membangun solusi yang berkelanjutan untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

Dalam upaya menangani masalah gizi tersebut, para peserta SNA 2026 menunjukkan kepedulian yang luar biasa. Program yang dikumpulkan tidak hanya menghadirkan inovasi, tetapi juga memberikan respons terhadap kebutuhan lokal. Terutama, sekitar setengah dari total program yang dikirimkan menitikberatkan pada upaya pencegahan stunting. Namun, peserta juga memperkenalkan inisiatif lain, seperti program mengatasi wasting, promosi kesehatan mental, edukasi nutrisi keluarga, serta inisiatif komunitas yang disesuaikan dengan kondisi wilayah.

Peran Ahli Gizi dalam Membentuk Ekosistem Kesehatan

Menurut Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, dewan juri SNA 2026 dan dosen FK-KMK UGM, acara ini menjadi wadah untuk mengapresiasi keberagaman ide dari ahli gizi Indonesia. "Program yang masuk menunjukkan tingkat kreativitas yang luar biasa, sekaligus menggambarkan bagaimana para praktisi membangun solusi yang relevan dengan tantangan masyarakat saat ini," ujarnya. Selain itu, ia menekankan bahwa SNA tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga ruang untuk pertukaran ide dan pengembangan strategi yang lebih efektif.

Acara ini juga sejalan dengan tujuan nasional menuju Indonesia Emas 2045, di mana kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama. Berbagai inisiatif yang dijalankan di tingkat komunitas, fasilitas kesehatan, institusi pendidikan, maupun lingkungan kerja, dinilai mendukung peningkatan status gizi secara holistik. Keterlibatan ahli gizi di berbagai sektor ini menunjukkan bahwa peran mereka tidak hanya terbatas pada penyuluhan, tetapi juga mengarah pada penerapan praktik nyata yang berdampak jangka panjang.

Dewan Juri Nilai Inovasi Membawa Perubahan

Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih menambahkan bahwa seleksi program untuk SNA 2026 melibatkan proses yang ketat. "Setiap peserta menunjukkan komitmen untuk menciptakan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya. Ia mengapresiasi bagaimana program-program yang diangkat mencakup aspek pendidikan, teknologi, dan keterlibatan masyarakat, sehingga membentuk ekosistem gizi yang lebih inklusif.

Daftar Pemenang SNA 2026

Setelah melalui penilaian berdasarkan kriteria dampak, inovasi, dan inspirasi, tiga program terpilih dinyatakan sebagai pemenang SNA 2026. Berikut adalah nama dan detail program yang mendapat penghargaan:

Best Innovation Program

Wiranto, S.Gz., Dietisien, dari PT. Perangkat Gizi Indonesia (Nutritools) Yogyakarta, menerima penghargaan dalam kategori Best Innovation Program. Program yang diusulkan adalah "NUTRITOOLS: Transformasi Digital Pembelajaran dan Praktik Gizi di Indonesia". Inisiatif ini mencoba memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan akses informasi nutrisi, sehingga memudahkan masyarakat dalam memahami dan menerapkan pola makan sehat.

Best Impact Program

Dhi Ajeng Kusuma Wicitra, SGz, RD, dari RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta, memenangkan Best Impact Program. Programnya diberi nama "FEEDCYCLE: Inovasi Reuse Feeding Buret Berkelanjutan", yang bertujuan meningkatkan efisiensi biaya rumah sakit sekaligus mengurangi limbah medis. Melalui pendekatan ini, institusi kesehatan mencoba mengoptimalkan sumber daya yang ada sambil mengurangi dampak lingkungan.

Most Inspiring Program

Ihsan Abdul Aziz, S.Gz, dari Asosiasi Nutrisionis Indonesia Provinsi DKI Jakarta Puskesmas Duren Sawit, menjadi pemenang Most Inspiring Program. Programnya, "PANGAN LESTARI: Pendekatan Circular Economy dalam Pengelolaan Food Waste", menggabungkan konsep ekonomi sirkular dengan inisiatif makan bergizi gratis (MBG). Melalui pendekatan ini, timnya berhasil mengurangi pemborosan pangan sambil memastikan akses makanan bergizi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Wiranto, salah satu penerima penghargaan, mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang dicapai. "Saya berharap program ini bisa menjadi contoh nyata bagaimana inovasi gizi dapat mengubah pola pikir dan pola makan masyarakat," katanya. Ia menegaskan bahwa program NUTRITOOLS bukan hanya berfokus pada pemberdayaan tenaga kesehatan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk terlibat dalam pengambilan keputusan terkait nutrisi.