Key Discussion: Sunyiruri-Figura Renata Hadirkan Interpretasi Musik dari Puisi Usman Arrumy
Luncuran EP Kolaboratif Sunyiruri dan Figura Renata
Key Discussion - Sunyiruri dan Figura Renata resmi merilis EP kolaboratif mereka yang berjudul Menyanyikan Usman Arrumy pada 26 Mei 2026, setelah sebelumnya memperkenalkan dua single pembuka, Sembahyang dan Hunian, dalam beberapa pekan terakhir. Proyek ini membawa penggabungan antara musik dan sastra ke dalam format yang hangat serta intim, menghadirkan karya-karya puisi Usman Arrumy dalam bentuk lagu yang memiliki nuansa pop folk. EP ini tidak hanya menawarkan pengalaman mendengarkan musik, tetapi juga mengajak pendengar merasakan makna puisi melalui alunan melodi yang menemani.
Proses kreatif di balik Menyanyikan Usman Arrumy telah dimulai sejak 2021 hingga 2022. Awalnya, Sunyiruri bertemu dengan Usman Arrumy untuk menggubah sejumlah puisi menjadi karya musik yang lebih bisa dinikmati oleh khalayak luas. Pertemuan tersebut membuka jalan bagi ide untuk menyampaikan esensi puisi ke dalam bentuk lagu tanpa menghilangkan keintiman dan makna yang terkandung. Sunyiruri dan Figura Renata berusaha menemukan cara yang baru, mengubah puisi menjadi alunan musik yang mengalir secara alami, sekaligus menjaga keaslian dalam setiap kata.
EP ini terdiri dari lima lagu yang menghadirkan emosi berbeda-beda, masing-masing membangun narasi unik. Lagu pertama, Sembahyang, menjadi gerbang proyek ini, memperkenalkan suasana yang mendekatkan pendengar ke tema utama. Lagu kedua, Hunian, dirilis pada 9 Mei 2026 dan menyajikan cerita tentang ketenangan yang ditemukan dalam diri seseorang. Setiap lagu memiliki peran khusus, menyeimbangkan antara kata-kata penyair dengan harmoni musik yang menunjang.
Berikutnya adalah Gandrung, yang mengusung tema tentang kebersamaan dan pengalaman yang terbangun melalui komunikasi. Lagu Memaknai Rumah menggambarkan hubungan antara individu dan lingkungan tempat tinggal, sementara Tugas Pintu menjadi bagian paling menarik karena dihiasi oleh kolaborasi dengan Prass dan Kanal Pras. Mereka menambahkan dimensi baru ke dalam musik, menciptakan lapisan yang lebih kaya dan dinamis. Dalam Tugas Pintu, Sunyiruri dan Figura Renata mencoba mengeksplorasi cara melodi dapat memperkuat pesan puisi, mengubahnya menjadi alat komunikasi yang lebih emosional.
Kisah di Balik Proyek Musikal
Menyanyikan Usman Arrumy bukan sekadar proyek musik biasa, tetapi juga refleksi dari keinginan dua musisi untuk menyampaikan sastra melalui pendekatan yang lebih dekat. Dalam pembuatan EP ini, mereka melibatkan sejumlah musisi untuk memperkaya lanskap musikal. Sugeng Riyadi, misalnya, mengisi bagian drum dengan aliran yang lembut, sementara Adjik dan Kemal memberikan kontribusi pada elemen keys. Bass dalam beberapa lagu juga diperkaya oleh Satria, yang memastikan ritme yang harmonis.
“Kami berusaha menjadikan puisi sebagai titik awal, lalu menemukan cara yang tepat untuk mengubahnya menjadi lagu tanpa kehilangan makna dan kedalaman,” kata Sunyiruri.
Dalam proses ini, Sunyiruri dan Figura Renata mengambil waktu untuk memahami esensi setiap puisi Usman Arrumy. Mereka mengeksplorasi struktur kata-kata, tata bahasa, dan nuansa makna yang tersembunyi. Tujuan utamanya adalah menghadirkan kesan yang lebih personal, seperti ketika seseorang membaca puisi secara langsung, tetapi dengan cara yang lebih menarik bagi pendengar.
Episod musik ini juga menjadi platform untuk menyatukan suara dan gaya yang berbeda. Sunyiruri dikenal dengan suaranya yang dalam dan mengalir, sementara Figura Renata menawarkan warna yang lebih dinamis dan enerjik. Kombinasi ini menciptakan harmoni yang unik, menggabungkan kesan intim dengan kesan yang lebih luas. Pendekatan ini tidak hanya menghormati karya Usman Arrumy, tetapi juga membuka ruang bagi penafsiran baru yang relevan dengan kehidupan modern.
Artis yang Berbeda, Tujuan yang Sama
Menyanyikan Usman Arrumy menggambarkan bagaimana musik dan sastra bisa saling melengkapi. Usman Arrumy, sebagai penyair yang dikenal dengan karya-karyanya yang penuh makna, memiliki gaya puisi yang bisa dibilang puitis dan reflektif. Sunyiruri dan Figura Renata berusaha menyampaikan visi ini melalui melodi yang mengalir, menciptakan keseimbangan antara kesenian sastra dan kesenian musik.
Mereka juga memperhatikan detail dalam pembuatan lagu, seperti pemilihan alat musik dan tempo. Gandrung, misalnya, memiliki irama yang menyerupai alunan tradisional, sementara Memaknai Rumah menggabungkan elemen elektronik yang lembut. Dalam Tugas Pintu, kolaborasi dengan Prass dan Kanal Pras memberikan sentuhan yang lebih modern, menghadirkan nuansa yang lebih kompleks dan mendalam.
Pembuatan EP ini tidak hanya menghabiskan waktu dalam studio, tetapi juga melibatkan diskusi mendalam tentang makna puisi dan bagaimana melodi bisa menemani narasi tersebut. Sunyiruri dan Figura Renata merasa bahwa musik bisa menjadi jembatan antara pembaca dan pendengar, mengubah cara orang memahami puisi. Dengan Menyanyikan Usman Arrumy, mereka ingin membuktikan bahwa sastra tidak hanya bisa dinikmati melalui teks, tetapi juga melalui pengalaman pendengar yang menyeluruh.
Dan untuk pendengar, EP ini bukan hanya kumpulan lagu, tetapi juga kisah yang bisa dirasakan secara emosional. Dari lagu-lagu yang dipilih hingga pengemasan musik, setiap detil dirancang untuk menghadirkan kesan yang lebih dalam. Proyek ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara musik dan sastra bisa menghasilkan karya yang lebih menyentuh, serta memperkaya dunia seni di Indonesia.
Proses Kreatif yang Memakan Waktu
Menyanyikan Usman Arrumy mengambil waktu selama beberapa tahun, mulai dari 2021 hingga 2022, sebelum akhirnya terwujud pada Mei 2026. Proses ini melibatkan banyak eksplorasi dan perbaikan, mulai dari pemilihan puisi hingga pengaturan alunan musik. Dua musisi ini berusaha menjaga kesetiaan pada inti puisi, tetapi juga memberikan ruang untuk inovasi.
Sugeng Riyadi, Adjik, Kemal, dan Satria menjadi bagian penting dalam pembuatan EP ini. Mereka tidak hanya memainkan instrumen, tetapi juga terlibat dalam proses kreatif yang mendalam, menciptakan harmoni yang seimbang. Sunyiruri dan Figura Renata juga menyebut bahwa proyek ini merupakan bentuk penghargaan terhadap Usman Arrumy, seorang penyair yang dianggap memiliki keunikan dalam menyampaikan perasaan dan pengalaman hidup.
EP ini dirilis di berbagai platform streaming digital, memastikan akses yang lebih luas bagi pendengar. Dengan demikian, mereka ingin memperkenalkan karya-karya Usman Arrumy kepada audiens yang lebih beragam, baik yang menggemari puisi maupun musik. Menyanyikan Usman Arrumy menjadi bukti bahwa kesenian bisa saling memperkaya, menciptakan pengalaman yang lebih menyeluruh dan bermakna.