BKN: Pemkab Situbondo naik kelas ketika mampu k elola manajemen risiko
Sarasehan di Pendopo Situbondo
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh menghadiri acara diskusi di Pendopo Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Jumat lalu. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa Pemkab Situbondo bisa meraih kemajuan signifikan jika mampu mengendalikan berbagai risiko secara baik.
“Kita sering mengabaikan fakta bahwa pemerintah daerah dapat mencapai kemajuan cepat jika mampu mengurangi risiko,” ujar Zudan.
Menurut Zudan, manajemen risiko menjadi kunci untuk meningkatkan kinerja. Ia mengingatkan bahwa pemerintahan lokal harus mampu mengelola empat risiko utama, yakni likuiditas, operasional, reputasi, dan hukum. Dengan mengoptimalkan aspek tersebut, daerah bisa memperkuat kapasitasnya.
Menjelaskan lebih lanjut, Zudan menyebutkan bahwa risiko likuiditas merupakan salah satu yang paling kritis. Risiko ini muncul ketika daerah tidak mampu memenuhi kewajibannya, sehingga mengganggu stabilitas keuangan.
Sarasehan yang dihadiri ratusan aparatur sipil negara (ASN) tersebut diisi dengan pembahasan tentang penguatan talenta pegawai. Zudan menekankan pentingnya sistem manajemen risiko sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas aparatur.
Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa penanganan risiko secara sistematis bisa menjadi pondasi untuk kemajuan daerah. Dengan pendekatan ini, Pemkab Situbondo berpotensi mempercepat proses peningkatan kelasnya.

