BNPB Fokus Pemenuhan Logistik di Wilayah Terpencil Maluku Utara

Di tengah upaya penanganan darurat bencana yang terjadi di Ternate, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan langkah khusus untuk memastikan distribusi kebutuhan logistik berjalan lancar. Fokus utama selama dua minggu mendatang adalah memberikan bantuan kepada warga di daerah terpencil, seperti Pulau Mayau dan Tifure, serta Pulau Batang Dua.

“Kami telah berkoordinasi dengan Basarnas untuk mengoperasikan Kapal Negara (KN) SAR dalam mendukung pengiriman bantuan logistik. Selain itu, trauma healing dijalankan oleh Dinas Sosial dengan bantuan dari TNI/Polri,” ujar Direktur Penanganan Wilayah I BNPB, Agus Riyanto, di Ternate, Minggu.

Agus menyatakan bahwa BNPB siap memberikan dukungan penuh selama masa tanggap darurat di Maluku Utara. Mekanisme perbaikan rumah yang rusak akibat bencana alam atau konflik sosial juga dijelaskan akan mengikuti aturan perundang-undangan yang berlaku.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Kerusakan dan Dampak Bencana Gempa

Gempa bumi dengan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara pada 2 April lalu menyebabkan kerusakan di 4 kabupaten dan 2 kota. Totalnya terdampak oleh 27 kecamatan serta 46 desa/kelurahan. Dalam detailnya, Kota Ternate terkena 7 kecamatan dan 15 desa/kelurahan, sementara Kota Tidore mengalami kerusakan di 7 kecamatan serta 15 desa/kelurahan.

Kabupaten Halbar, Halut, dan Halteng juga terkena dampak, masing-masing dengan 3 kecamatan, 2 kecamatan, dan 4 kecamatan. Data menyebutkan jumlah desa/kelurahan yang rusak mencapai 3 desa, 2 desa, serta 6 desa. Dari tim di lapangan, kondisi terkini menunjukkan satu korban cedera ringan, tanpa laporan kematian. Saat ini, sekitar 2.000 warga terdampak, dengan 1.107 orang masih tinggal di pengungsian.

Komitmen Instansi Pemerintah

Rakor BNPB ditutup dengan komitmen bersama seluruh lembaga pemerintah untuk terus memberikan layanan kepada masyarakat, bahkan di tengah hari libur nasional. Sebelumnya, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menekankan perlunya respons cepat dan terpadu terhadap dampak bencana tersebut.