Ancaman Trump Semakin Mengancam, Serangan ke Iran Dipersiapkan Pekan Depan

Konflik di wilayah Timur Tengah masih memanas. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengungkap rencana pasukannya untuk menyerang Iran secara lebih intens. Dalam wawancara dengan Fox News Radio, seperti dilaporkan AFP pada Sabtu (14/3/2026), Trump menyatakan bahwa serangan akan dilakukan “dengan sangat keras” dalam seminggu ke depan. Ini menunjukkan kemungkinan eskalasi operasi militer AS dan Israel terhadap Iran saat perang memasuki minggu ketiga.

Pernyataan Trump Mengisyaratkan Perubahan Strategi

Trump menyatakan keyakinannya bahwa rakyat Iran akan menggulingkan pemerintahan mereka sendiri. Namun, ia menambahkan bahwa proses ini mungkin memakan waktu. “Saya yakin itu adalah penghalang besar bagi mereka yang tidak memiliki senjata. Tapi itu akan terjadi, meski tidak segera,” ujarnya, seperti dilansir AFP pada Jumat (13/3).

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Kita memiliki senjata tak terbatas, amunisi banyak, dan waktu yang cukup. Lihat apa yang terjadi pada para b******n gila ini,” kata Trump, yang mengacu pada para pemimpin Iran dalam wawancara tersebut.

Perkembangan Terbaru dalam Konflik

AS dan Israel telah melakukan serangan gabungan terhadap Iran sejak 28 Februari lalu. Teheran membalas dengan serangan rudal dan drone ke wilayah Israel serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, sehingga perang semakin meluas. Sejumlah pelaku konflik, termasuk Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dalam serangan tersebut. Saat ini, Mojtaba Khamenei, putra dari Ali Khamenei, menjadi pemimpin tertinggi Iran.

Pernyataan terbaru Trump muncul setelah ia sebelumnya memberikan berbagai isyarat tentang kemajuan dalam perang melawan Iran. Trump pernah menyatakan bahwa “kita menang” dan bahwa konflik bisa berakhir “sangat segera.” Namun, dalam beberapa hari terakhir, ia kembali memperkuat ancaman serangan tambahan, menanggapi sikap perlawanan dari pemimpin Iran yang menegaskan tidak akan ada pelonggaran.

Hamas Berharap Iran Berhenti Menyerang Negara-Negara Teluk

Hamas mengeluarkan pernyataan yang meminta Iran untuk menghentikan serangan terhadap negara-negara Teluk, yang merupakan tempat penempatan aset militer AS. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan konflik tidak hanya terjadi di tingkat militer, tetapi juga mengundang respons politik dari pihak lain.