Humaniora Kemarin: Paskah dan Benda Langit Misterius di Lampung
Pada hari Minggu (5/4), beberapa peristiwa humaniora berlangsung di Indonesia, termasuk perayaan Paskah untuk umat Kristiani dan penjelasan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengenai objek langit yang menghebohkan wilayah Lampung. Berikut rangkuman berita terkini yang layak diketahui.
Perayaan Paskah Sebagai Simbol Perjalanan
Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Keuskupan Agung Jakarta, menyampaikan makna Paskah sebagai representasi perjalanan umat Kristiani keluar dari gelap menuju cahaya. Ia mengaitkannya dengan sejarah bangsa Indonesia, yang juga melibatkan proses eksodus menuju tanah janji. “Paskah menggambarkan konsep eksodus, yang melambangkan perjalanan umat Kristiani keluar dari keterbelakangan menuju keberkahan,” jelas Kardinal Suharyo setelah mengimani Misa Paskah Pontifikal di Gereja Katedral Jakarta.
“Paskah menggambarkan konsep eksodus, yang melambangkan perjalanan umat Kristiani keluar dari keterbelakangan menuju keberkahan,” kata Kardinal Suharyo.
Penghargaan untuk Keluarga Prajurit Gugur
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto memberikan dukungan berupa satu unit rumah kepada keluarga Serka Muhammad Nur Ichwan, prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Langkah ini sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi almarhum untuk bangsa dan negara. “Penghargaan ini sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian yang tak tergantikan,” tutur Pangdam dalam pernyataannya di Jakarta.
Usulan Anggaran untuk Sekolah Keagamaan
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengusulkan penambahan dana sebesar Rp24,8 triliun untuk meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di Indonesia. “Usulan ini untuk memastikan tidak ada lagi ketimpangan antara madrasah dan sekolah umum,” ungkap Menag dalam siaran pers.
“Usulan anggaran ini adalah ikhtiar kita untuk menjamin bahwa tidak ada lagi ketimpangan antara madrasah dan sekolah umum,” ujar Menag.
Benda Langit Misterius di Lampung
BRIN menjelaskan objek terang yang viral di media sosial Sabtu (4/4) sebagai sampah antariksa. Profesor Thomas Djamaluddin, ahli astronomi BRIN, mengatakan objek tersebut adalah pecahan dari benda langit yang jatuh ke wilayah udara Lampung dan Banten. “Masyarakat dihebohkan oleh objek yang terlihat bergerak di langit dan terpecah menjadi bagian-bagian, tapi itu hanyalah sisa dari sampah antariksa,” jelas Djamaluddin.
“Masyarakat sekitar Lampung dan Banten dihebohkan dengan objek terang yang meluncur di langit dan tampak terpecah menjadi beberapa bagian. Itu adalah pecahan sampah antariksa,” katanya dikonfirmasi di Jakarta.
Perdamaian Jadi Prioritas Utama Gereja Katolik
Kardinal Suharyo juga menegaskan bahwa Gereja Katolik mengutamakan perdamaian dunia, sejalan dengan visi Paus Leo XIV. Ia menyoroti pesan perdamaian yang terus disampaikan oleh Paus sejak awal masa kepemimpinannya, termasuk doa untuk ketenangan di Timur Tengah.
“Pesan perdamaian telah disampaikan Paus sejak awal kepemimpinannya, yakni ketika pertama kali tampil di mimbar Basilika Santo Petrus dengan mengucapkan doa agar damai Tuhan menyertai seluruh dunia,” jelas Kardinal Suharyo.

