Gaya Hidup Rendah Sampah Memerlukan Keseragaman dan Bantuan Lingkungan Sekitar

Menurut para penggiat lingkungan, menerapkan gaya hidup yang mengurangi sampah harus dilakukan secara bertahap dan didukung oleh lingkungan sosial serta kebiasaan konsumsi sehari-hari. Pendapat ini disampaikan oleh Muharram Atha Rasyadi, pemimpin tim Urban People Power Greenpeace Indonesia, saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Kamis.

“Mulai dari hal kecil, lalu cari komunitas atau lingkaran pertemanan yang juga tertarik mengurangi dampak lingkungan. Dengan begitu, kita bisa saling menguatkan dan menciptakan ruang belajar serta berbagi pengalaman,” ujarnya.

Sementara itu, Tiza Mafira, direktur Climate Policy Initiative, menekankan pentingnya memulai perubahan dari kebiasaan sederhana yang bisa dijalani secara terus-menerus. Ia menyarankan untuk mengubah dua kebiasaan sekaligus, seperti membawa tumbler dan tas belanja.

“Jangan hanya mengumpulkan botol atau kantong belanja di rumah, karena akhirnya bisa menjadi limbah. Jadikan hal ini sebagai rutinitas biasa, bukan hal luar biasa, agar kita tidak merasa kewalahan saat terbiasa,” kata Tiza.

Tiza juga menyarankan konsumen mengurangi belanja online kecuali membeli dari vendor yang sudah mengadopsi penggunaan plastik minimal. Misalnya, memilih belanja di sekitar rumah dan membawa wadah atau sendok untuk makanan seperti sate, bubur, atau bakmi.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Hidupkan ekonomi lokal dengan memperkuat penggunaan UMKM. Para pedagang kecil sedang membutuhkan dukungan dari masyarakat,” tambahnya.

Dalam aktivitas belanja daring, Tiza mendorong konsumen aktif menyampaikan preferensi kemasan. Ia menyarankan pesan seperti: “Cukup gunakan kardus dan kertas bekas, tidak perlu plastik, tas spunbound, atau bubble-wrap berlapis-lapis. Ini bisa mengurangi beban biaya bagi usaha kecil menengah,” ujar dia.

Tiza menambahkan bahwa penerapan gaya hidup minim sampah juga membutuhkan sistem yang didukung pelaku usaha. Misalnya, di restoran, sediakan alat makan ulang guna menghindari penggunaan sedotan plastik.