KCIC Ingatkan Penumpang Patuhi Aturan Keselamatan Usai Kecelakaan Pintu Kereta

Jakarta – Setelah kejadian penumpang memegang pintu kereta cepat Whoosh yang sedang tertutup di Stasiun Padalarang, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengimbau seluruh penumpang untuk mematuhi protokol keselamatan. Dengan tindakan ini, mereka berharap dapat menjaga kelancaran operasional serta kenyamanan perjalanan seluruh calon penumpang.

“KCIC berharap seluruh penumpang dapat mengikuti aturan dan instruksi petugas, serta tidak mengambil tindakan yang berpotensi membahayakan diri sendiri, mengganggu proses operasional, atau merusak fasilitas transportasi,” ujar Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC, di Jakarta, Sabtu.

Kecelakaan terjadi pada Selasa 7 April 2026, saat kereta Whoosh berjalan dari Stasiun Padalarang ke Halim. Penumpang memegang pintu karena menyadari barang bawaannya tertinggal di peron, menyebabkan sensor sistem otomatis buka-tutup pintu mengalami gangguan. Akibatnya, jadwal keberangkatan yang seharusnya pukul 07.23 WIB tertunda hingga 07.25 WIB.

Eva menegaskan bahwa tindakan menahan pintu tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apapun. “Kami mengecam perbuatan tersebut, karena selain melanggar aturan, juga bisa merusak fasilitas dan mengganggu ratusan penumpang lainnya,” tambahnya.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

KCIC menjelaskan bahwa setiap rangkaian Whoosh dilengkapi dengan sistem pintu otomatis, yang berperan penting dalam menjaga keamanan selama perjalanan. Dengan memegang pintu secara paksa, sistem penutupan otomatis menjadi tidak efektif, serta berisiko mengakibatkan kerusakan jangka panjang.

Untuk mencegah kejadian serupa, KCIC telah menyiagakan petugas di peron dan dalam kereta. Petugas bertugas memastikan semua penumpang berada di dalam kereta secara aman sebelum pintu ditutup. Selain itu, penumpang diminta mematuhi arahan petugas untuk menghindari risiko kecelakaan.

“Penumpang yang bersangkutan telah diberi peringatan agar tidak mengulangi kesalahan serupa,” kata Eva. Ia menambahkan bahwa jika barang tertinggal, penumpang dapat menghubungi petugas di dalam kereta untuk penanganan melalui sistem lost and found KCIC.