Bandara-Canggu 30 menit, Menhub siapkan taksi air di Bali
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi sedang mendorong percepatan pembangunan transportasi pariwisata di Bali. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan konektivitas dan menarik lebih banyak wisatawan ke daerah tersebut. Menurut Menhub, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya mengintegrasikan berbagai jenis transportasi.
“Kementerian Perhubungan sedang mengakselerasi pembangunan infrastruktur pariwisata di Bali,” ujar Menhub saat diwawancara di Jakarta, Kamis.
Pihaknya telah merancang pengembangan taksi air serta pembangunan dermaga baru di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng. Proyek ini bertujuan memperkuat jaringan transportasi dan mengurangi kemacetan, khususnya di Kabupaten Badung.
Menurut Dudy, penggunaan taksi air akan memudahkan akses antara Bandara I Gusti Ngurah Rai dan kawasan wisata Canggu. Saat ini, perjalanan darat memakan waktu 1–2 jam, tetapi dengan taksi air, durasinya diperkirakan bisa ditekan hingga maksimal 30 menit.
Dalam pembangunan dermaga, terdapat dua fokus utama. Dermaga I akan menangani kapal cargo umum dan kapal pengangkut aspal curah cair, dengan penambahan panjang dermaga sekitar 92 meter. Dermaga II akan berfungsi sebagai pelabuhan multifungsi, melayani penumpang, cargo umum, serta barang kering, dengan tambahan panjang dermaga sekitar 60 meter.
Sebagai solusi sementara, Menhub juga meminta PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) untuk mendorong pengembangan pelabuhan di Ketapang. Langkah ini meliputi pembukaan dermaga baru di Gilimanuk, guna mengurangi kepadatan kendaraan di wilayah tersebut. Menurutnya, buffer zone akan disediakan untuk menjaga kelancaran pergerakan arus lalu lintas.
Kebijakan ini dirancang agar bisa memberi dampak langsung, seperti mempercepat mobilitas penumpang dan logistik, serta meningkatkan kualitas layanan transportasi di kawasan wisata. Dudy optimis bahwa perubahan ini akan memberi manfaat signifikan, terutama menjelang tahun depan saat Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri akan berdekatan.

