Malaysia bidik jadi negara AI tahun 2030

Kuala Lumpur menjadi lokasi utama pembicaraan tentang ambisi Malaysia menjadi negara berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) pada tahun 2030. Pemerintah tengah mengambil langkah awal untuk membangun kota AI, yang diharapkan menjadi fondasi penting bagi transformasi nasional. Dalam pernyataannya, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menekankan bahwa saat ini negara ini berada pada tahap kritis, berpindah dari pengembangan kota-kota pintar menuju pendekatan strategis yang lebih berorientasi pada inovasi AI.

Transformasi menyeluruh dalam pengelolaan kota

“Peralihan ini tidak hanya tentang penerapan teknologi baru, tetapi juga memerlukan perubahan mendalam dalam cara kita merencanakan, mengoperasikan, dan mengatur kota agar lebih efisien, tangguh, serta didasarkan pada data,” kata Anwar Ibrahim dalam keterangan resmi di Kuala Lumpur, Jumat.

Dalam menyusun strategi ini, pemerintah membutuhkan ekosistem yang kuat. Komponen utamanya mencakup tata kelola kecerdasan buatan dan data yang aman, infrastruktur digital dengan kapasitas tinggi, pengembangan talenta lokal, serta kebijakan dan regulasi yang mendorong inovasi bertanggung jawab. Koordinasi intensif akan dilakukan oleh Kementerian Digital Malaysia, bekerja sama dengan instansi terkait, untuk memastikan eksekusi yang efektif dan berdampak luas bagi masyarakat.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Strategi nasional untuk inovasi digital

Dalam rangka mengubah pengelolaan digital secara menyeluruh, Kementerian Digital Malaysia telah meluncurkan Inisiatif Inovasi Pemerintah (GII). Program ini bertujuan mengubah konsep inovasi menjadi tindakan nyata yang dapat diukur, serta mendorong partisipasi teknologi “Buatan Malaysia” dalam berbagai sektor publik. GII diharapkan memperkuat kerangka ekosistem AI domestik dan menciptakan peluang bagi produsen digital serta AI lokal untuk berkembang secara nasional maupun internasional.