Menteri Bahlil ajak masyarakat terapkan kebiasaan hemat energi
Panggilan untuk Perubahan Kebiasaan Sehari-hari
Di Malang, Jawa Timur, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan himbauan kepada masyarakat agar membiasakan diri menghemat energi. Ia menekankan bahwa hal ini bisa dimulai dari tindakan sederhana, seperti mematikan lampu saat tidak digunakan. “Kalian kapan pulang? Pulang jam berapa? Kalau sudah tidak ada tamu dan mau pulang, jangan lupa matikan lampu,” katanya dalam wawancara dengan pegawai Kementerian ESDM, seperti dilaporkan dalam siaran resmi yang diterima di Malang, Jawa Timur, Jumat.
Kebiasaan Kecil untuk Efisiensi Energi
Bahlil menegaskan bahwa kebiasaan menghemat energi perlu terus diingatkan, terutama setelah terjadi krisis energi global akibat perang antara Amerika Serikat dan Iran. Tindakan ini tidak hanya bertujuan menjaga ketersediaan pasokan energi, tetapi juga untuk mengurangi dampak lingkungan. Pemerintah berupaya mendorong kesadaran masyarakat agar menganggap penghematan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, baik di tempat kerja maupun di rumah.
Kendaraan Listrik sebagai Solusi
Di samping itu, Bahlil juga mendorong perpindahan ke kendaraan listrik sebagai langkah untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak. “Sekarang pakai mobil listrik ya, biar hemat energi dan tidak perlu antre di SPBU,” ujarnya. Selain itu, ia menyoroti pentingnya beralih ke energi bersih sebagai bagian dari transisi energi yang lebih ramah lingkungan.
Penerapan Kerja Fleksibel
Sebagai upaya menekan penggunaan bahan bakar, pemerintah juga mendorong penerapan pola kerja fleksibel melalui Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara. Kebijakan ini diharapkan mengurangi mobilitas harian, sehingga penggunaan BBM bisa dikurangi. Namun, sektor energi tetap dikecualikan dari aturan tersebut karena perannya yang kritis dalam menjaga keberlanjutan pasokan serta kinerja operasional secara optimal.

