Pendapatan Minyak Harian Iran Berlipat Ganda di Tengah Agresi AS-Israel, Bagaimana Bisa?

Teheran mencatatkan pendapatan minyak harian yang dua kali lipat sejak akhir Februari, mengubah tekanan militer dan diplomatik dari Amerika Serikat serta Israel menjadi peluang keuangan strategis. Analisis terbaru dari The Economist menyoroti bahwa tekanan tersebut memicu perubahan signifikan dalam dinamika geopolitik sektor energi. Blokade efektif Selat Hormuz—saluran vital yang biasanya melalui sekitar 15% pasokan global minyak—menjadi faktor yang mendorong kenaikan pendapatan negara itu. Selain itu, cadangan keuangan Teheran juga mengalami peningkatan.

Ekspor Minyak dan Perubahan Harga Global

Dilaporkan bahwa Iran saat ini mengekspor antara 2,4 hingga 2,8 juta barel per hari, terdiri dari 1,5 hingga 1,8 juta barel minyak mentah dan sisanya kondensat. Dengan ketegangan global yang meningkat akibat ketidakstabilan pasokan, harga minyak mengalami lonjakan, memungkinkan Iran memanfaatkan situasi ini. Menurut laporan, minyak mentah Iran kini dijual mendekati patokan harga Brent, dibandingkan dengan diskon besar yang pernah diterapkan sebelumnya.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Dinamika ini memberikan kekuatan finansial baru bagi Teheran, mengingat tekanan militer dan ekonomi yang intens dari Amerika Serikat dan Israel,” kata para ekonom dalam penelitian terkini.

Ekspor utama negara itu tetap berfokus pada China, yang menyerap lebih dari 90% dari total keuntungan Iran. Kilang-kilang kecil dan independen diberitakan membeli minyak mentah dengan harga kompetitif. Selain itu, Iran juga aktif menghalangi jalur Selat Hormuz bagi kapal tanker musuh atau yang bekerja sama dengannya.

Respons Iran terhadap Agresi

Agresi AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dengan serangan udara yang menewaskan mantan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei serta pejabat dan komandan senior. Pasukan Iran merespons dengan meluncurkan serangan rudal dan drone secara rutin, menargetkan wilayah pendudukan Israel serta aset militer AS di berbagai lokasi. Upaya ini menunjukkan ketahanan operasional yang tinggi dalam sektor energi.