PBNU ajak Shalat Ghaib untuk tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon

Jakarta, Senin

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, mengajak umat Nahdliyin dan santri di Indonesia untuk menggelar Shalat Ghaib sebagai penghormatan terhadap tiga prajurit TNI yang syahid saat bertugas di Lebanon. Seruan ini disampaikan oleh Gus Yahya dalam wawancara di Jakarta, Senin.

“Kami mengimbau warga NU dan santri di berbagai pesantren untuk melaksanakan Shalat Ghaib bagi para syuhada,” ujarnya.

Dalam pernyataannya, Gus Yahya menekankan pengorbanan tiga prajurit sebagai bentuk dedikasi terhadap bangsa dan tanggung jawab konstitusi, khususnya dalam upaya menjaga keamanan dunia. Ia juga menyampaikan kecaman terhadap tindakan militer Israel yang dianggap mengancam wilayah berdaulat serta menyulitkan usaha mempertahankan perdamaian.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Kami mengutuk serangan terhadap negara berdaulat dan pasukan UNIFIL yang memicu eskalasi kekerasan,” tambah Gus Yahya.

Tiga prajurit TNI yang syahid dalam insiden tersebut adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Muhammad Nur Ikhwan, serta Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon. Jenazah mereka tiba di Indonesia pada 4 April. Insiden pertama terjadi pada 29 Maret, saat Kopda Farizal Rhomadhon gugur akibat ledakan proyektil di Desa Adchit al-Qusayr, Lebanon Selatan.

Hari berikutnya, PBB mengonfirmasi serangan lanjutan yang menimpa pasukan TNI dalam operasi UNIFIL. Dua prajurit dilaporkan tewas karena ledakan mengenai konvoi logistik, sementara dua lainnya menderita cedera. Peristiwa tersebut terjadi di sekitar wilayah Bani Hayyan, Lebanon Selatan.