Wapres Janji Cari Solusi Sejahterakan Guru Honorer di SD Kaniti Kupang

Kunjungan dan Pernyataan Wapres Gibran

Kepala Sekolah SD Inpres Kaniti, Yuliana Nenabu, menyampaikan apresiasi terhadap upaya pemerintah yang telah memperbaiki fasilitas sekolah. Sebelumnya, kondisi bangunan tempat belajar-mengajar di sana dianggap kurang memadai. Pernyataan tersebut diucapkan langsung oleh Gibran saat berkunjung ke SD Kaniti, Kupang, NTT, yang baru saja selesai direnovasi. Kunjungan ini menjadi yang kedua setelah sebelumnya pada bulan Mei 2025.

“Para guru, saya tahu masih banyak kekurangan saat ini, tetapi kita terus mencari solusi untuk memperbaikinya, terutama bagi PPPK dan tenaga honorer,” ujar Wapres Gibran kepada para guru SD Kaniti, Senin (6/4) sebagaimana dilaporkan dari siaran resmi Sekretariat Wakil Presiden, yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Pemantauan dan Harapan Kepala Sekolah

Dalam pertemuan yang sama, Yuliana menyampaikan kekhawatiran bahwa kebijakan pemerintah bisa berdampak pada tenaga pengajar. “Kami sampaikan keluhan, harapan kami adalah PPPK tidak dirumahkan karena di sini ada 10 orang. Jika semua dipecat, pendidikan di SD Kaniti akan terganggu,” tambahnya.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Kami mengirimkan perwakilan Kemendagri dan Kemenkeu untuk berdiskusi panjang dengan Pak Gubernur. Tujuannya agar tidak ada guru yang terpaksa berhenti kerja,” lanjut Gibran dalam kesempatan tersebut.

Detail Renovasi Sekolah

SD Inpres Kaniti menjadi salah satu sekolah yang direnovasi pemerintah sebagai tindak lanjut perintah Presiden Prabowo Subianto. Proses revitalisasi berlangsung selama 90 hari, mulai 1 Oktober 2025 hingga 29 Desember 2025. Fasilitas yang diperbaiki mencakup 11 ruang kelas lama, 3 ruang kelas baru, 1 ruang administrasi, 1 rumah dinas guru, dan 1 unit toilet.

Peran Pemerintah Daerah

Dalam kunjungan terbarunya, Gibran juga memotivasi siswa agar lebih giat belajar. “Sekarang ruang kelas sudah bagus, dibangun dengan baik. Anak-anak harus semangat belajar, jangan sampai ada tembok yang dicorat-coret,” pesannya kepada para murid yang didampingi oleh guru. SD Kaniti saat ini memiliki 420 siswa, terbagi dalam 16 rombongan belajar, dengan 25 guru dan dua tenaga kependidikan yang mendukung proses belajar mengajar.