Bapanas Antisipasi Fluktuasi Harga Pangan Saat Idul Adha Sejak Dini

Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah memulai persiapan lebih awal untuk mengatasi kemungkinan perubahan harga bahan makanan menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Strategi ini mencakup upaya meningkatkan pasokan, menyalurkan barang ke berbagai daerah, serta mengawasi harga secara berkala di seluruh Indonesia.

“Masa depan bulan Mei mendatang akan menghadapi hari raya Idul Adha. Ini membawa potensi lonjakan permintaan, sehingga kami sudah melakukan langkah antisipatif sejak lama untuk menjaga stabilitas harga,” tutur I Gusti Ketut Astawa, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Selasa.

Ketut menjelaskan bahwa langkah-langkah ini bertujuan mempertahankan hasil pengendalian inflasi yang berhasil dicapai selama Ramadan dan Idul Fitri. Selain itu, pihaknya berupaya memastikan ketersediaan daging kurban tetap stabil.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Kolaborasi dalam Pengawasan Harga

Untuk memperkuat pengawasan harga, Bapanas bekerja sama dengan berbagai sektor. Satuan Tugas (Satgas) Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan telah beroperasi sejak sebelum Ramadan, membantu mengontrol pergerakan harga di berbagai daerah.

Dari laporan Ketut, pengawasan telah dilakukan di sekitar 74 ribu titik sejak 5 Februari hingga 4 April 2026. Ia mengapresiasi peran Polri dan pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.

Data Inflasi Pangan

Menurut data, inflasi pangan pada Maret 2026 menurun 1,58 persen secara bulanan dibandingkan Februari. Angka ini lebih rendah dari 2,50 persen sebelumnya. Secara tahunan, inflasi pangan turun menjadi 4,24 persen dari 4,64 persen.

Sejak bulan Mei, pihaknya menargetkan menjaga stabilitas harga. “Tahun 2026, meski ada momen puasa dan Lebaran, kenaikan inflasi tidak sebesar tahun lalu,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti.

Penurunan Tekanan Inflasi

Berdasarkan Indeks Perkembangan Harga (IPH), jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga mulai berkurang. Sebaliknya, daerah dengan penurunan harga justru meningkat.

Rincian menunjukkan, kenaikan IPH daging ayam ras berjumlah 148 daerah, turun dari 237 daerah seminggu sebelumnya. Telur ayam ras juga mengalami penurunan menjadi 145 daerah. Cabai rawit menurun menjadi 130 daerah, sedangkan daging sapi menjadi komoditas dengan penurunan IPH terbesar, yaitu dari 186 daerah ke 80 daerah.

Penyimpanan Cadangan Pangan

Penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) menjadi prioritas dalam persiapan Idul Adha. Per 6 April 2026, stok CPP untuk beras mencapai 4,4 juta ton, jumlah tertinggi sejak lama. Selain itu, stok CPP juga mencakup jagung pakan 168 ribu ton, minyak goreng 120 ribu kiloliter, gula pasir 49 ribu ton, serta daging sapi dan kerbau masing-masing 8.000 ton dan 3.000 ton.