MBG: Program Gizi Sekaligus Mesin Ekonomi

Jakarta – Penilaian terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mungkin terlalu fokus pada aspek yang tidak esensial. Perhatian publik sering kali tertuju pada isu-isu seperti makanan yang tidak layak konsumsi, ketertundaan distribusi, atau tata kelola yang belum optimal. Meski hal-hal tersebut memang penting, mereka justru mengabaikan pertanyaan yang lebih mendasar: apakah MBG hanya sekadar program makan, atau sebenarnya menjadi alat penggerak ekonomi besar? Pertanyaan ini semakin relevan ketika dilihat dari perspektif Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peluang Strategis untuk NTT

Sebagai daerah kepulauan yang menghadapi tantangan kemiskinan, keterbatasan akses infrastruktur, biaya logistik yang tinggi, serta basis ekonomi yang bergantung pada sektor pertanian dan usaha kecil, NTT seharusnya memandang MBG sebagai peluang untuk memperkuat ekonomi lokal. Setiap kebijakan publik yang membuka pasar skala besar dan berkelanjutan bisa menjadi momentum penting bagi pengembangan ekonomi masyarakat.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Pertanyaan yang lebih fundamental sering kali terlewatkan: apakah MBG hanya sekadar program makan, atau sebenarnya sebuah mesin ekonomi besar?”

Jika MBG hanya dianggap sebagai kegiatan pemberian makan, maka yang terlihat hanyalah piring, menu, dan anggaran. Namun, dari sudut pandang ekonomi, MBG bisa menjadi pasar raksasa yang dibiayai negara, berlangsung sepanjang hari, dan potensinya jangka panjang. Di balik layar pemberian makan, tersembunyi rantai nilai yang kompleks. Ini melibatkan petani, peternak, koperasi, usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta pelaku logistik.

Kebutuhan pangan yang dihasilkan dari MBG memungkinkan petani menanam dengan kepastian. Peternak bisa menghasilkan lebih percaya diri. Koperasi dan UMKM memiliki peluang untuk berkembang. Jasa distribusi dan pengemasan juga bisa tumbuh. Yang terpenting, uang negara yang dialokasikan seharusnya berputar di NTT, bukan mengalir keluar tanpa jejak. MBG, dengan cara yang tepat, bukan hanya beban anggaran, tetapi jembatan untuk menyelaraskan produksi masyarakat dengan permintaan yang pasti.